Kabar Tokoh

TERUNGKAP, Kehadiran Ustadz Abdul Somad Tanpa Persetujuan Ketua KPK Agus Rahardjo

Kehadiran Ustadz Abdul Somad di gedung KPK menghadirkan kontroversi karena tidak ada ijin dari Ketua KPK

TERUNGKAP, Kehadiran Ustadz Abdul Somad Tanpa Persetujuan Ketua KPK Agus Rahardjo
Kolase foto (Voa Indonesia/instagram @abdulsomadoffical)
Ketua KPK Agus Rahardjo tak setuju dengan kehadiran Ustadz Abdul Somad yang beri ceramah di depan karyawan di gedung KPK. 

Mereka terkejut lantaran pria yang akrab disapa UAS itu dipanggil KPK.

Pantauan Wartakotalive.com, dalam potret yang diunggahnya, Ustadz Abdul Somad terlihat berfoto di lobi gedung KPK.

Berbeda dengan seseorang yang dipanggil KPK pada umumnya, kehadiran Ustadz Abdul Somad terlihat tidak didampingi petugas.

Ustadz Abdul Somad terlihat mengenakan baju koko dan celana panjang lengkap dengan sarung di pundak dan kopiah di kepala.

Dirinya terlihat tersenyum sumringah berfoto di hadapan Garuda Pancasila.

Dalam potret berikutnya, kehadiran Ustadz Abdul Somad rupanya dinantikan para pengagumnya.

Mereka terlihat berfoto bersama di dalam Masjid Al-Ikhlas yang berada di gedung KPK.

Begitu juga dengan potret berikutnya, dirinya terlihat memberikan tausiah kepada para pegawai KPK siang tadi, Selasa (19/11/2019).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ustadz Abdul Somad, lewat statusnya instagramnya.

Panggilan KPK itu disebutkan pria yang akrab disapa UAS itu berupa panggilan untuk mengisi tausiah di Masjid Al-Ikhlas.

"Tausiyah Zhuhur, Masjid al-Ikhlas Kantor KPK," tulis Ustadz Abdul Somad singkat.

Kehadiran Ustadz Abdul Somad di Masjid Al-Ikhlas terlihat disambut gembira pengikutnya.

Sejumlah komentar positif dituliskan, termasuk sejumlah candaan terkait kabar Ustadz Abdul Somad dipanggil KPK.

Seperti yang disampaikan oleh Novi Kurniati lewat akun @novikur73; yang menyebut maksud kedatangan Ustadz Abdul Somad untuk menasehati Ketua KPK, Agus Rahardjo .

"Ketua KPK nya dinasehatin ya Ustadz," tulis Novi dalam kolom komentar.

"UAS dipanggil KPK," tambah @binsyafei.

Sedangkan Afilian Wahyu Satria lewat akun @ianelkareem; menyebut kedatangan KPK bakal memicu isu baru.

Isu itu dikaitkannya dengan gerakan separatis Taliban di Afganistan.

"Bentar lagi ada yg comment 'karyawan KPK terindikasi taliban'," tulis Afilian.

Ceramah di Markas Angkatan Darat

Dalam postingan sebelumnya, Ustadz Abdul Somad terlihat juga mengisi tausif di Direktorat Keuangan Angkatan Darat, Markas Besar TNI pada Selasa (19/11/2019).

Kehadiran Ustadz Abdul Somad dalam instasi pemerintah itu resmi dibuktikannya lewat Surat Nomor B/998/X/2019.

Surat itu berisi permohonan menjadi penceramah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW yang digfelar di Masjid Al Amanah Ditkuad, Jalan Dr Wahidin I Nomor 6, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (19/11/2019).

"Direktorat Keuangan Angkatan Darat. Peresmian Masjid Amanah
Bersama Bpk Brigadir Jenderal TNI Temas," tulis Ustadz Abdul Somad melengkapi postingannya.

Serupa dengan postingannya ketika mengisi tausiah di KPK, statusnya diapresiasi warga net.

Mereka turut berdoa agar para penceramah lainnya kembali diberikan tempat untuk berdakwah seperti sebelumnya.

Ditolak Ceramah

Aksi penolakan ceramah kepada sejumlah ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 diketahui terjadi pasca gelmbang massa 212.

Sejumlah nama seperti Ustadz Felix Siau hingga Haikal Hassan atau Babe Haikal dilarang untuk mengisi tausih di kantor pemerintahan.

Tidak hanya dilarang, sejumlah organisasi massa pun melakukan aksi unjuk rasa ketika para penceramah berdakwah.

Seperti halnya anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) melakukan unjuk rasa menolak kehadiran Felix Siauw pada Kajian Bulanan di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta.

Mereka menilai Pemprov DKI telah melakukan pembohongan publik karena tetap mempersilahkan Felix Siauw memberikan materi di kegiatan keagamaan di lingkungan Balai Kota.

Padahal secara resmi melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan tegas menginfokan pembatalan kegiatan tersebut.

"Pemprov DKI telah melakukan pembohongan publik, kamarin diberitakan tidak jadi datang ke pengajian, tapi ternyata tetap datang," ujar Ketua Banser Abdul Azis di Balai Kota, Rabu (26/6/2019).

Menurut pendemo, Felix Siauw tak patut menjadi pembicara sebab termasuk dalam tokoh HTI yang bertentangan dengan Pancasila.

"Kita tahu Felix Siauw itu adalah tokoh HTI yang jelas menolak Pancasila. Kita tidak menolak pengajiannya, tapi kita menolak kehadiran tokoh HTI di Balai Kota," kata Abdul Azis.

Dari pantauam Warta Kota, puluhan orang anggota Banser yang konvoi menggunakan motor dari arah Stasiun Gambir langsung memblokade pintu masuk Balai Kota DKI.

Pihak kepolisian, Satpol PP dan pengamanan dalam (Pamdal) yang berjaga di Balai Kota langsung menutup gerbang pintu masuk dan melakukan penjagaan.

Tak lama kemudian, Pemprov menerima lima anggota perwakilan Banser untuk melakukan diskusi. (dwi)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved