Penistaan Agama

Tanya Sukmawati Anak Halal atau Anak Haram, Ustadz Haikal : Tidak Ada Nabi Muhammad, Kamu Anak Haram

Tanya Sukmawati Soekarnoputri Anak Halal atau Anak Haram, Ustadz Haikal Hassan Tegaskan Apabila Tidak Ada Nabi Muhammad, Sukmawati Anak Haram

Tanya Sukmawati Anak Halal atau Anak Haram, Ustadz Haikal : Tidak Ada Nabi Muhammad, Kamu Anak Haram
Kolase Warta Kota
Ustadz Haikal Hassan dan Sukmawati Soekarnoputri 

"Nek, tuh 100 orang paling berpengaruh di dunia sampai sekarang, Pak Soekarno ada di nomor berapa..?," tulis Haikal hasan dalam poster versi astrofisikawan Michael H Hart.

Postingannya seketika menarik perhatian warga net, khususnya pengikutnya.

Mereka ikut menuliskan komentar nyinyir yang menyinggung pernyataan Sukmawati yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad.

"Btl bgt, smg beliau segera mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala dan d ampuni dosa"nya..," tulis Maimunah lewat akun @uwaisalq24.

"Astagfirullahal aziim," balas Siti lewat akun @sitinurperi.

Pernyataan Sukmawati Pernah Terjadi, Soekarno Marah Besar Ketika Dibandingkan Nabi Muhammad SAW

Sukmawati Sebut Soekarno Lebih Berjasa Dibanding Nabi Muhammad, Felix Siauw : Sangat Tak Etis

Pernyataan Sukmawati

Polemik pernyataan Sukmawati yang bandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW berawal dari sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ pada Senin (11/11/2019) lalu.

Dalam diskusi yang menghadirkan Sukmawati sebagai pembicara itu, Sukmawati membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad.

Pernyataan Sukmawati pun terekam video hingga beredar luas di media sosial.

Seperti yang diunggah akun @sanghijr pada Sabtu (16/11/2019).

Dalam video tersebut, Sukmawati bertanya kepada para peserta tentang kemuliaan Al Quran dengan dibandingkan Pancasila.

Selain itu, Sukmawati pun menanyakan sosok yang paling berperan selama masa kemerdekaan.

Sukmawati pun membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.

"Mana lebih bagus Al Quran dengan Pancasila? gitu kan? sekarang saya mau tanya sama semua, yang berjuang di abad 20 itu Nabi yang mulia Muhammad apa insinyur Soekarno untuk kemerdekaan?," tanya Sukmawati.

"Saya minta jawaban. Silahkan siapa yang mau menjawab berdiri. Jawab pertanyaan ibu ini," tantangnya.

Sukmawati Bandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad, Ustadz Felix Siauw Kenang Dirinya Dulu

Pendapat Gus Mus Soal Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri

Dilaporkan Kembali

Atas pernyataannya tersebut, Dikutip dari Kompas.com; putri proklamator Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama, Senin (18/11/2019).

Laporan tersebut terdaftar dalam nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum, tanggal 18 November 2019.

Laporan ini merupakan laporan kedua terhadap Sukmawati

Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan atas kasus yang sama oleh warga yang menyebut sebagai perwakilan umat Islam.

Pelapor yang bernama Irfan mengaku tersinggung atas pernyataan Sukmawati dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme'.

Dalam diskusi itu, pelapor menemukan pernyataan Sukmawati yang membandingkan antara Nabi Muhammad SAW dan Soekarno yang merupakan ayahnya.

Pernyataan Sukmawati itulah yang diduga menistakan agama Islam.

"Saya pribadi sebagai muslim, saya sangat tersinggung (dengan pernyataan Sukmawati), nabi saya, junjungan saya itu direndahkan," kata Irfan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Irfan mengaku mengetahui pernyataan Sukmawati itu melalui pemberitaan media online dan sebuah video yang diunggah di laman Youtube.

Oleh karena itu, dalam laporannya, Irfan melampirkan barang bukti berupa video pernyataan Sukmawati dan tangkapan layar pemberitaan sejunlah media online.

"(Barang bukti) itu ada video sama soft copy link berita (media online," ungkap Irfan. Pasal yang disangkakan dalam laporan tersebut adalah Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved