Musik

Pernah Digelar di Singkawang dan Atambua, Marwan Jafar Sebut Konser Perbatasan Layak Dilanjutkan

Ada banyak manfaat saat konser perbatasan itu digelar. Konser perbatasan tersebut pernah digagas Marwan Jafar saat memimpin Kemendes.

Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Personel Slank saat foto bersama di depan tugu perbatasan yang ditandatangani Xanana Gusmao, sekaligus menggelar Konser Perbatasan pada 2016. Tugu tersebut menjadi penanda daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. 

Marwan Jafar ingat betul ketika menginisiasi konser perbatasan di 10 titik perbatasan negara Indonesia medio 2016.

Konser di perbatasan yang menghadirkan Band Slank itu digagas Marwan Jafar ketika menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dari 10 daerah perbatasan itu, mulai dari Miangas, Sulawesi Utara sampai Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, baru terlaksana di dua tempat.

Marwan Jafar, anggota Komisi VI DPR yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, saat berbincang bersama wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).
Marwan Jafar, anggota Komisi VI DPR yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, saat berbincang bersama wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Dua tempat yang disinggahi Slank ketika konser perbatasan itu adalah Singkawang, Kalimantan Barat, dan Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Dua daerah perbatasan Indonesia lainnya belum sempat didatangi sebagai tempat konser Slank.

Marwan Jafar menyatakan konser di wilayah perbatasan Indonesia itu menarik dan sangat mungkin dilanjutkan.

Slank Disambut Meriah Kunjungi Perbatasan RI-Timor Leste

Kades Penyiksa Gadis 16 Tahun Ditangkap di Perbatasan RI-Timor Leste, Korban Kini Alami Trauma

"Keren itu konser di perbatasan Indonesia," kata Marwan Jafar saat berbincang di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Marwan Jafar yang dikenal sebagai politisi PKB tersebut sekarang duduk sebagai anggota DPR RI Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan dan badan usaha milik negara (BUMN).

Konser wilayah perbatasan kala itu digelar Marwan Jafar, salah satunya untuk melakukan sosialisasi program Kementerian Desa, Permukiman Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Slank ketika tampil penuh semangat dan sempurna di Konser Perbatasan dihadapan Slankers di Atambua, Nusa Tenggara Timur, medio 2016. Atambua adalah daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
Slank ketika tampil penuh semangat dan sempurna di Konser Perbatasan dihadapan Slankers di Atambua, Nusa Tenggara Timur, medio 2016. Atambua adalah daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

"Daerah perbatasan itu sangat miskin, terbelakang dan tertinggal. Kalau digelar konser atau ada even bagus, bisa growing up perekonomian di desa," kata Marwan Jafar.

Perekonomian pedesaan dapat dengan mudah terlihat saat banyak orang berjualan dan ada transaksi jual beli.

Konser di wilayah perbatasan tersebut juga digelar untuk menandai bahwa daerah perbatasan itu benar ada.

Bersiaplah, Konser Lauv Berjudul How Im Feeling World Tour Summer Tour Asia 2020 Mampir Jakarta

Nonton Film atau Melihat Konser Musik Sambil Nyeruput Kopi, Mampirlah ke Kedai Kopi Tujuhari Coffee

"Soal patok perbatasan itu kan ribut terus sama Malaysia, butuh perhatian serius dari pemerintah," katanya.

Upaya menggelar konser di daerah pinggiran dan ujung terluar Indonesia itu juga dimaksudkan Marwan Jafar untuk mempromosikan pemerataan pembangunan.

"Supaya imbang pertumbuhan antara pusat dan daerah. Saya pernah nginep di hotel di Kalimantan, tapi listrik masih byar pet," jelas Marwan Jafar.

Marwan Jafar, anggota Komisi VI DPR yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, saat berbincang bersama wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).
Marwan Jafar, anggota Komisi VI DPR yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, saat berbincang bersama wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019). (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Meski sekarang sudah tidak menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar berharap, even tersebut bisa terus dilanjutkan.

"Tidak hanya Kemendes, Kementerian Pariwisata dan BUMN juga bisa kok melakukannya," kata Marwan Jafar.

Selain sosialisasi pembangunan, melihat tumbuhnya ekonomi lokal, hingga melihat batas negara, konser di wilayah perbatasan akan membuat rakyat senang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved