DDT Manggarai Cikarang

Lahan Berjualan Kena Proyek DDT Manggarai-Cikarang, Ratusan Pedagang Pisang Resah

Lahan Berjualan Kena Proyek DDT Manggarai-Cikarang, Ratusan Pedagang Pisang Resah karena terkena proyek

Lahan Berjualan Kena Proyek DDT Manggarai-Cikarang, Ratusan Pedagang Pisang Resah
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sosialisasi antara pihak Kecamatan Pulo Gadung dan perwakilan pedagang pisang yang berjualan di Jalan Pisangan Lama Raya, Jakarta Timur. 

Ratusan pedagang pisang yang berjualan di JT 52, Jalan Pisangan Lama Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur resah.

Pasalnya, lapak tempat mereka berdagang selama puluhan tahun akan ditertibkan. Terlebih lagi, hingga kini pemerintah belum juga menyiapkan tempat relokasi yang diinginkan pedagang.

Keresahan ini bermula sejak mereka menghadiri sosialisasi dari pihak kecamatan yang memberitabukan bahwa lahan tersebut akan ditertibkan guna perluasan proyek double double track (DDT) ruas Manggarai-Cikarang.

Ratusan pedagang juga diberitahu bahwa mereka hanya memiliki waktu 7x24 jam untuk mengosongkan tempat usahanya sejak sosialisasi dilakukan.

Yus Rustadi (53), koordinator pedagang pisang, mengaku bersama ratusan pedagang lainnya tidak keberatan tempat usahanya ditertibkan apabila mereka disediakan tempat relokasi yang memadai dan layak.

Seperti diketahui, tempat relokasi yang disediakan, yakni di lantai 2 Pasar Klender SS tak disetujui pedagang lantaran sepi pembeli.

"Kita berharap relokasi itu tempatnya tak jauh dari sini agar kita tak kehilangan pelanggan. Kalau direlokasi ke Pasar Klender ya tidak setuju karena terllau jauh," kata Yus saat dikonfirmasi, Kamis (21/11).

Yus mengungkapkan bahwa banyak pembeli yanh enggan menuju ke lantai 2 pasar tersebut. Tak hanya pembeli, para pedagang yang sudah lama berjualan di pasar tersebut juga jarang menempati lapaknya dan lebih memilih turun ke jalan menggelar lapaknya di bahu Jalan Bekasi Raya.

Pedagang lain, Hamdun (52) juga menyatakan hal yang sama pedagang yang lama pun tak kunjung berjualan di lantai 2 dengan alasan pembeli malas naik ke lantai atas.

"Sebenarnya kita inginnya direlokasi di sekitar sini saja, agar kita tidak kehilangan pelanggan. Namun ternyata malah mau direlokasi ke Kleder, ya kita pasrah. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya agar pedagang bisa tetap eksis," kata Hamdun.

Terkait hal tersebut, Camat Pulogadung, Bambang Pangestu mengatakan, sosialisasi rencana pembangunan proyek DDT itu sebenarnya sudah lama.

Bahkan untuk kepentingan proyek nasional ini, JT 52 Pisangan Timur sudah dicabut izinnya sejak tahun 2017 lalu, bersamaan dengan lokasi jualan pedagang di wilayah Pisangan Baru, Matraman.

"Relokasi sudah kita siapkan di lantai 2 Pasar Klender SS. Tempatnya lebih bersih, nyaman, namun pedagang sepertinya tidak setuju dengan alasan jauh," kata Bambang.

Menurutnya, pedagang minta direlokasi ke lahan yang ada di depan Pasar Induk Beras Cipinang.

Namun pihaknya tak mengijinkan lantaran lokasi tersebut sudah ditata rapi karena lokasinya berdekatan dengan objek vital, yakni Pasar Induk Beras Cipinang dan Depo PT KAI di Cipinang.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved