Kesehatan
Berlebihan Mengonsumsi Antibiotik Bisa Membahayakan Kesehatan Tubuh, Ini Alasannya
Menurut dr Hari Paraton SpOG (K), masyarakat masih mengonsumsi obat antibiotik karena kurang paham.
Obat antibiotik di Indonesia kerap digunakan sebagai obat mujarab yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Namun, penggunaan obat antibiotik berlebihan dapat membawa dampak tidak baik.
Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2019 terjadi kematian akibat resistensi obat antibiotik merenggut 700.000 jiwa.
Bahkan diprediksi angkanya bisa melonjak drastis pada tahun 2050 hingga 10 juta kematian setiap tahunnya.
Menurut dr Hari Paraton SpOG (K), masyarakat masih mengonsumsi obat antibiotik karena kurang paham.
• Mengenal Penyakit Kehilangan Warna Kulit, Ini Gejala Vitiligo yang Harus Anda Ketahui
• Pilihan Terapi Untuk Menangani Penyakit Vitiligo, Jangan Biarkan Bercak Putih Menyebar di Kulit
Misalnya, masyarakat tidak mengetahui asal penyakit yang dideritanya.
Dia menjelaskan, penyakit yang diakibatkan bakteri saja yang seharusnya ditangani dengan mengonsumsi obat antibiotik.
Sedangkan penyakit yang diderita akibat infeksi virus tidak usah minum obat antibiotik. Alasannya, antibiotik dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh.
"Di Indonesia masyarakat masih mengonsumsi obat antibiotik sebagai obat mujarab, ini salah," kata Hari Paraton, di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Kamis (21/11/2019).
"Seharusnya masyarakat mengetahui terlebih dahulu penyakit yang dideritanya diakibatkan bakteri atau virus" ujarnya lagi.
• Cara Penularan Penyakit Hepatitis A dan Pencegahan Dini yang Bisa Anda Lakukan Setiap Saat
• Pengakuan Raisa Ketika Rencana Konsernya di GBK Bisa Ditonton 50.000 Orang
Hari menambahkan bahwa peran dokter dibutuhkan untuk menentukan apakah pasien membutuhkan antibiotik atau tidak.
Menurut dia, biasanya pasien akan meminta obat Antibiotik tambahan untuk mempercepat penyembuhan.
Dia menjelaskan, untuk memberikan antibiotik diperlukan diagnosa mendalam tentang penyakit yang diderita pasien, apakah penyakitnya karena virus atau bakteri.
"Dokter harus lebih jeli mendiagnosa dan harus memeriksa lebih mendalam penyebab penyakit yang diderita pasien, berasal dari virus atau bakter," kata Hari.
• Mengenal Jenis Sunblock dan Cara Penggunaannya Agar Maksimal Menjaga Kesehatan Kulit
Jika penyakit yang diderita pasien seperti flu, batuk, radang tenggorokan hingga sakit gigi tidak perlu diberikan obat antibiotik karena diakibatkan dari virus bukan bakteri.
Terlalu banyak menggunakan antibiotik menyebabkan bakteri jahat berkembang dan bertahan hidup dalam tubuh.
Sebaliknya bakteri baik yang diperlukan untuk kesehatan tubuh malah mati. (Muhammad Naufal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hari-paraton12111.jpg)