Jakarta Tempo Dulu

Raja Chulalongkorn dari Thailand Beri Hadiah Ini kepada Peneliti Batavia di Museum Nasional

Patung Gajah perunggu itu hadiah dari Raja Chulalongkorn, Thailand, ini sebagai tanda bahwa Chulalongkorn telah berkunjung.

Raja Chulalongkorn dari Thailand Beri Hadiah Ini kepada Peneliti Batavia di Museum Nasional
Warta Kota/Janlika Putri
Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat No 12, Gambir, Jakarta Pusat. 

Apa yang pertama kali muncul dalam benak Anda ketika melihat bangunan megah bergaya klasik peninggalan masa lampau?

Anda pun tertarik untuk mengetahui sejarah bangunan klasik tersebut, siapa yang pernah menggunakannya, dan fungsi bangunan tersebut pada tempo dulu.

Seperti bangunan yang kini digunakan sebagai Museum Nasional alias Museum Gajah yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No 12, Gambir, Jakarta Pusat.

Kelompok ilmuwan

Berdasarkan catatan sejarah, Museum Nasional berdiri atas keinginan sejumlah ilmuwan di Batavia (sekarang Jakarta--Red) untuk mendirikan perkumpulan ilmiah.

Nama perkumpulan ilmiah itu bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang disingkat menjadi BG.

Himpunan ilmiah tersebut didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 24 April 1778.

Pada masa abad ke-18, di Eropa memang sedang terjadi revolusi intelektual pada masa Abad Pencerahan (The Age of Enlightenment).

Orang-orang Eropa mulai mengembangkan pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. 

Ditambah lagi pada tahun 1752, Belanda mendirikan De Koninklijke Hollandsche Maatschappij der Wetenschapen (Perkumpulan Ilmiah Belanda) di Haarlem, Belanda.

Napak Tilas Sejarah Kehidupan Ibu Kota di Museum Sejarah Jakarta

Ilustrasi Museum Nasional
Ilustrasi koleksi arca di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat No 12, Gambir, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Janlika Putri)
Halaman
1234
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved