Lima Preman yang Mengeroyok Pengemudi Mobil di Ceger Ternyata Sudah Sering Berbuat Keributan

“Kita sudah profiling, sekarang sedang kita buru pelakunya,” kata Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto

TribunJakarta.com
Warga sedang menunjukkan loaksi pemukulan di Jalan Ceger Raya, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel, Rabu (20/11/2019). 

Lima orang preman yang mengeroyok Fajri Dika (24) hingga babak belur di Jalan Ceger Raya, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, adalah sudah diketahui identitasnya.

Saat ini kelimanya masih diburu kawanan polisi.

“Kita sudah profiling, sekarang sedang kita buru pelakunya,” kata Kapolsek Pondok Aren, Kompol Afroni Sugiarto dikonfirmasi Wartakotalive.com, Rabu (20/11/2019).

Dijelaskan Afroni, setelah menerima laporan pada Senin (18/11/2019) lalu, pihaknya adalah melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para pelaku.

Selain itu, kata Afroni, pihaknya juga tengah mengumpulkan berbagai alat bukti untuk memperkuat laporan dari Fajri Dika.

Informasi yang dihimpun Warta Kota, Fajri Dika mengalami luka robek di bibir dan kepala akibat dipukuli lima pelaku secara membabi buta pada Minggu (17/11/2019) lalu.

Dijelaskan Dika, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.50 itu berawal dirinya mengklakson angkot yang berhenti di tengah jalan karena berbicara dengan sekelompok orang.

Ketika angkot itu jalan, mobil Fajri pun mulai jalan perlahan. Namun seorang pelaku diantaranya mengaku kakinya terlindas oleh ban mobil Fajri. Dengan wajah kesal dan sambil memukul-mukul kap mobil, pelaku meminta Fajri keluar dari mobilnya.

“Saya sudah minta maaf, malah saya tawarin kaki saya untuk dilindas juga, tapi dia tetap marah-marah ke saya sampai dorong saya terus dipukulin,” kata Dika.

Selain luka di wajah, Dika mengalami luka di bagian tangan dan punggungnya.Pelaku diduga menggunakan senjata berupa pulpen untuk menghajar Dika.

Sering berbuat ulah

Pelaku pemukulan terhadap Dika yang diduga preman, ternyata sudah sering berbuat ulah membuat keributan.

Menurut seorang pedagang di sekitar restoran siap saji, salah satu pelaku berinisial I itu memang kerap meminta uang kepada sopir angkot atau pedagang.

“Tahun ini aja udah dua kali, sama kejadian yang kemarin jadi tiga kali orang yang sama berantem,” kata si pedagang, Otip (42), ditemui di lokasi, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia, pria itu memang tidak ragu untuk mengajak debat hingga memukul korbannya jika tidak diberikan uang.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved