Breaking News:

Kemacetan

Berita Foto Truk Sarat Muatan Terperosok Memicu yang Kemacetan Panjang

Truk berukuran besar dan sarat muatan bernopol AD 1821 CU terprosok saluran air yang baru di perbaiki di jalan Centex, Jakarta Timur.

Warta Kota/Adhy Kelana
Sebuah truk berukuran besar dan sarat muatan bernopol AD 1821 CU terprosok saluran air yang baru di perbaiki di jalan Centex, Jakarta Timur, Rabu (20/11/2019). 

Dirinya menambahkan jika ada terjadi kerusakan pada mesin, teknisi segera melakukan perbaikan.

Begitu juga dengan sistem pengoperasian bus yang langsung terintegrasi dengan Kantor PO Pusat.

"Kami pasang GPS dan CCTV di bus. Jadi tahu lokasi bus serta keadaannya ketika berada di luar kota," katanya.

"Bisa terpantau langsung dari kantor. Kalau sopir melaju di atas 100 km/jam atau kebut-kebutan di jalan, sistem alarm berbunyi."

"Pasti, kami langsung tegur dengan cara menghubunginya melalui sitem itu," kata Riki.

Terlebih pada pola perekrutan sopir. Tahapannya pun panjang melakukan serangkaian ujian.

"Ujian praktik dan psikotes."

"Harus lampirkan juga kepemilikan SIM."

"Banyak saat proses ujian itu sopir tidak lulus, karena memang penjaringannya ketat," jelasnya.

"Setelah lolos seleksi, sopir juga akan dibekali berbagai pelatihan."

"Mulai dari orientasi perkenalan alat-alat bus sampai praktik langsung di lapangan."

"Semua ini dilakukan demi keselamatan penumpang," kata Riki.

Pemberian Santunan

Bila terjadi kecelakaan, PO Arimbi akan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban.

Tim investigasi diutus langsung menyembangi rumah penumpang.

"Setelah tim melakukan penyelidikan di lokasi kecelakaan, mereka langsung berkunjung ke rumah sakit jika para penumpang mendapati perawatan," bilang Riki.

Jika penumpang meninggal dunia, maka jajaran direksi langsung berkunjung ke rumah duka memberikan santunan.

Riki menyatakan hal ini dilakukan memang sesuai prosedur yang berlaku ditetapkan di PO Arimbi.

"Pihak keluarga juga dapat menghubungi ke call center kami 021-55750909," terangnya.

Penumpang Pasrah

Pantauan Warta Kota di lokasi, setelah insiden kecelakaan ini, tidak berdampak pada penumpang karena masih banyak penumpang yang menggunakan PO Arimbi.

Bus-bus pun disiagakan untuk mengangkut penumpang.

Jamil (32), satu dari penumpang mengaku, dia telah mengetahui insiden kecelakaan itu.

 Pria Perancang Hukuman Cambuk Tertangkap Basah Selingkuh Malunya Mak Dicambuk Melebihi Dihukum Mati

Kendati demikian, dirinya tetap saja memberanikan diri untuk menumpangi bus ini.

"Pasrah saja lah, banyak-banyak berdoa," kata Jamil yang naik bus Arimbi tujuan Kalideres-Bandung.

Hal senada diungkapkan oleh penumpang lainnya yakni Ida (57). Warga asal Cikokol, Tangerang itu mengaku, dia belum mengetahui kejadian kecelakaan di Tol Cipali pada dini hari tadi.

"Bismillah aja, maut sudah ditentukan."

"Mau naik apa lagi, enggak ada alternatif."

"Makanya naik bus," kata Ida yang hendak berpergian ke Merak.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved