Rabu, 13 Mei 2026

Antisipasi Musim Hujan

Sedimentasi di Situ Parigi Begitu Parah, Lumpur Mencapai 12.000 Ton

Lumpur hasil sedimentasi di Situ Parigi diperkirakan mencapai 12.000 ton dan butuh waktu hingga Desember mendatang untuk mengeruknya.

Tayang:
Penulis: Zaki Ari Setiawan |
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Pengerukan Situ Parigi dimulai, Selasa (19/11/2019). Diperkirakan proses pengerukan akan berlangsung hingga Desember mendatang. 

Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut, kondisi sedimentasi lumpur yang paling tinggi di Tangerang Selatan berada di Situ Parigi.

Oleh karena itu, Situ Parigi masuk dalam daftar pemeliharan pengerukan lumpur menjelang musim hujan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) dan TNI.

"Yang paling parah sedimentasinya memang Situ Parigi ini, paling parah," kata Benyamin di Situ Parigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (19/11/2019).

BBWSCC Keruk Situ Parigi Antisipasi Musim Hujan

Bahkan, pengerukan lumpur itu pun ditargetkan mencapai 12.000 ton yang diperkirakan baru akan selesai sampai Desember 2019 mendatang.

"Target pengerukannya sampai 12.000 ton lumpurnya, sedimentasinya yang akan dikerjakan," jelasnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) Bambang Hidayat menjelaskan, sedimentasi merupakan proses alamiah yang terbentuk akibat erosi dari hulu ke hilir.

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Lakukan Pengerukan Waduk Hadapi Musim Hujan

Sampah-sampah yang berasal dari masyarakat juga menjadi masalah utama dari kebersihan situ.

"Erosi dari hulu dibawa ke hilir, sehingga terjadi sedimentasi. Selain itu, adanya sampah-sampah yang dibuang dari masyarakat," kata Bambang di lokasi.

Limbah industri, kata Bambang, juga dianggap kerap membuah hasil limbah yang belum diolah sehingga mencemarkan.

SDA Jakarta Barat Lakukan Pengerukan Kali BCT yang Dikeluhkan Terjadi Pendangkalan

"Bukan masyarakat saja, ada juga industri, industri-industri yang berada di sekitar sungai juga terkadang membuang ke sungai langsung, harusnya diolah dulu, jadi ke sungai air (dibuang) yang sudah bersih," imbuh Bambang.

Terdapat lima situ yang masuk dalam daftar pemeliharan dan normalisasi situ yakni Situ Leungsir, Situ Rawa Lumbu, Situ Sidomukti, Situ Parigi, dan Situ Pasir Gadung.

Selain situ, terdapat juga daftar enam sungai yang dilakukan pemeliharan di tahun 2019 ini, yaitu
Sungai Cikeas, Sungai Bekasi, Sungai Blencong, Sungai Ciliwung, Sungai Mookervart, dan Sungai Pesanggrahan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved