Breaking News:

Teror Penyiraman Cairan Kimia

Terungkap Ini Penyebab Penyiram Cairan Kimia Berupa Air Soda Api Selalu Memilih Korban Perempuan

Karenanya, masih didalami lagi apa motif sebenarnya tersangka. Yang ada, saat ini, masih motif sementara.

Warta Kota/Desy Selviany
Ilustrasi. Sakinah menunjukkan luka bakar akibat cairan kimia yang disiram oleh orang tidak dikenal. 

Kasubdit Pejabat Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Metro Jaya, AKBP Heru P mengatakan FY ditangkap tidak jauh dari lokasi aksinya yang ketiga saat menyiram cairan kimia yang dilakukannya ke korban.

Teror Cairan Kimia Kembali Menimpa Enam Siswi SMP Jakarta Barat Akibat Pelaku Dibiarkan Gentayangan

Menurut Heru, dari pengakuan FY, motif pelaku melakukan teror penyiraman air kimia ke para korban berawal dari bisikan gaib yang didengarnya.

"Motif pelaku berawal dari bisikan gaib yang didengarnya, supaya tersangka sembuh dari penyakit.
Ini berdasarkan pengakuan tersangka dan akan didalami lagi," kata Heru, Sabtu (16/11/2019).

Sementara itu Panit 2 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKP Adhi Wananda menjelaskan dalam pemeriksaan diketahui bahwa pelaku melakukan penyiraman air kimia, juga agar orang lain merasakan penderitaan dan sakit yang dulu pernah dialaminya.

Ini berarti kata Adhi masa lalu pelaku juga menjadi latar belakang aksinya.

"Jadi begini, pelaku ini dulu pernah jatuh dari lantai 3 atau pernah sakit lah. Terus nggak diperhatikan oleh keluarga. Intinya gitu aja. Jadi dia ingin orang lain merasakan sakit yang dia rasakan," kata Adhi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu.

Dari sana kata Adhi, pelaku merasa ada yang mengatakan dan membisikinya agar ia melakukan penyiraman air kimia.

"Jadi kalau mau sembuh katanya dia harus begitu yakni menyiram cairan itu. Menurutnya ada yang bilang begitu," kata Adhi.

Namun, kata Adhi, penyidik masih mendalami pengakuan dan keterangan pelaku tersebut terkait motifnya menyiram cairan kimia.

Sedangkan Psikolog Kasandra Putranto yang dilibatkan polisi dalam pemeriksaan tersangka mengatakan bahwa pelaku mengaku pernah mengalami kecelakaan jatuh dari lantai 3, pada 2014 lalu.

Saat itu pelaku cedera dan mengalami sakit. Tapi ia kekurangan uang untuk membiayai pengobatan dan tak ada yang membantu termasuk keluarganya. Karenanya ia merasa kurang diperhatikan oleh keluarga.

"Ia juga merasa masyarakat tak peduli kepadanya karena mengalami kesulitan dalam pembiayaan pengobatan. Karena itu ada rasa marah di dalam dirinya yang dia lampiaskan kepada orang lain. Harapannya orang lain merasakan penderitaan apa yang dia rasakan," kata Kasandra.

Karenanya kata Kasandra pelaku melakukan aksi terhadap perempuan sebagai korbannya.

Walau secara acak, pemilihan korban adalah perempuan katanya karena perempuan dianggap memiliki ketidakberdayaan.

"Kalau ditanya kondisi kejiwaan pelaku, jelas pelaku beraksi secara sadar dan tentunya bisa mempertanggung jawabkan aksinya," kata Kasandra.

Karena perbuatannya pelaku dijerat Pasal 80 ayat (2) jo pasal 76C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tetang perubahan UU Perlindungan Anak, dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara.

Aksi pelaku itu yang dilaporkan ke polisi, pertama, menimpa dua siswi SMPN 229 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019) sore.

Pelaku yang mengendarai sepeda motor secara tiba-tiba menyiramkan cairan kimia kepada keduanya yang baru pulang sekolah.

Kedua, aksi serupa menimpa seorang penjual sayur keliling bernama Sakinah (60) di Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/11/2019) malam, pukul 19.00.

Dan yang terakhir, aksi serupa menimpa menimpa enam siswi SMPN 207 Jakarta Barat. Tiga diantaranya mengalami luka.

Penyiraman air kimia terjadi di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019), saat mereka baru saja pulang dari sekolah.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved