Puluhan Orang di Jakarta Selatan Ikuti Pelatihan Vokasi BPJAMSOSTEK

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menuturkan, melalui pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat untuk kemudahan pencarian

Puluhan Orang di Jakarta Selatan Ikuti Pelatihan Vokasi BPJAMSOSTEK
Warta Kota
Pelatihan Vokasi BPJAMSOSTEK 

Setelah resmi memperkenalkan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja kepada publik di pertengahan Juli lalu, kini BPJS Ketenagakerjaan atau yang saat ini dikenal dengan BPJAMSOSTEK rutin menggelar pelatihan yang diperuntukkan kepada peserta yang telah mendaftar.

Salah satunya adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Cilandak.

Pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif, Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, dan Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan Sudrajat di Hotel Sahati, Jalan Taman Margasatwa Raya No. 45, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

“Saat ini kami sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia, sebab pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk kembali bekerja,” terang Krishna.

Sejak mulai dijalankan September 2019, tercatat 600 pekerja sudah mengikuti pelatihan vokasi, dan 200 diantaranya dinyatakan lulus tersertifikasi.

Saat ini pelatihan vokasi telah menyediakan berbagai modul pelatihan yang tersebar di berbagai tempat, diantaranya kelas barista, pastry & bakery, digital (multimedia, desain grafis, UI/UX), tata kecantikan rambut & muka, perhotelan, tata boga, koki, operator alat berat, otomotif perbengkelan, pengelasan, teknisi HP, teknisi AC, administrasi perkantoran, dan kedepannya modul tersebut akan terus bertambah.

“Pada tahun 2020 pemerintah menargetkan BPJAMSOSTEK mampu melatih 20 ribu pekerja, oleh karena itu saya mengajak suluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi,”jelas Krishna.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar adalah wajib memiliki akun aplikasi BPJSTKU, bertatus Warga Negara Indonesia (WNI), telah menjadi peserta Penerima Upah BPJAMSOSTEK dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

Selain itu calon pendaftar juga harus memiliki masa kepesertaan BPJAMSOSTEK minimal 1 tahun atau 12 bulan dengan besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK, masa berhenti paling singkat 1 bulan dan paling lama 24 bulan sebelum mendaftarkan dirinya di pelatihan ini.

Krishna berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja dari segala bidang untuk belajar kembali, melakukan up skilling maupun reskilling, sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausaha.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menuturkan, melalui pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengambil manfaat untuk kemudahan pencarian kerja yang akan datang.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin membangkitkan semangat yang baru kepada teman-teman semua dan meyakini kesempatan-kesempatan lebih baik untuk bekerja masih banyak tersedia," ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Bela Syifa Ramadani sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan vokasi tersebut dan berharap mendapatkan banyak manfaat dari ilmu yang didapatkan.

"Saya mendaftar lewat website BPJS Ketenagakerjaan, dan alhamdulliah bisa diterima dan diundang ke pelatihan ini. Semoga ilmu yang saya peroleh setelah pelatihan ini nanti dapat digunakan untuk keterampilan di pekerjaan yang akan datang," tandasnya
Area lampiran

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved