Penyanyi Chile Ini Protes Kondisi Politik Negaranya dengan Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Penyanyi 36 tahun itu merupakan satu dari sejumlah artis dalam Latin Grammy yang berani untuk mengangkat dan menyuarakan protes soal politik di Chile

Penyanyi Chile Ini Protes Kondisi Politik Negaranya dengan Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan
instagram @monlaferte
cara protes penyanyi monlaferte atas kondisi politik di negaranya, Chile 

Seorang penyanyi Chile telanjang dada sebagai bentuk protes atas apa yang terjadi di negaranya ketika menerima penghargaan musik.

Mon Laferte langsung menjadi sorotan ketika berjalan di karpet merah dalam acara Latin Grammy di Las Vegas, Amerika Serikat (AS).

Dalam penghargaan yang dihelat Kamis (14/11/2019), dia tampil telanjang dada dengan tulisan "Di Chile, mereka menyiksa, memerkosa, dan membunuh."

Perjalanan Karier Ahok Menuju Tangga Bos BUMN, Harta Kekayaan Terakhir Rp 25 miliar

Menpora Inginkan Timnas Senior Terpacu Prestasi Timnas U-23 dan U-19

Alberto Goncalves Kecewa Gagal Memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2019, Ini Curhatnya

Aksi itu dia lakukan setelah negara di Amerika Latin itu dihantam unjuk rasa selama satu bulan yang diawali dari naiknya harga tiket kereta.

Dilansir BBC Indonesia Jumat (15/11/2019), Santiago pun mengumumkan bakal menggelar referendum terkait dengan konstitusi mereka.

Komisi HAM setempat menyatakan, mereka telah mengangkat 179 kasus, di antaranya dugaan pembunuhan, kekerasan seksual, dan penyiksaan oleh polisi militer.

Menerima Penghargaan Saat menerima penghargaan itu, dia Mon Laferte membacakan puisi dari pujangga La Chinganera, yang berjudul "Chile, Penderitaanmu Menyakitkanku".

Widodo C Putro Sudah Punya Cara Redam Permainan PSMS Medan

Penyanyi 36 tahun itu merupakan satu dari sejumlah artis dalam Latin Grammy yang berani untuk mengangkat dan menyuarakan protes soal politik di Amerika Selatan.

Para demonstran menuntut reformasi sosial yang lebih banyak, dengan perubahan konstitusi nabg dibuat pada masa sebelum demokrasi, atau saat dipimpin diktator Augusto Pinochet.

Referendum akan digelar April tahun depan, dan menjadi kesempatan bagi warga Chile untuk menentukan pilihan apakah konstitusi mereka diubah atau tidak.

Halaman
12
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved