Kabar Tokoh

Isu Radikalisme dan Terorisme Makin Merebak, Fadli Zon: Investasi Turun Bisa Picu Pengangguran

Isu radikalisme dan terorisme dinilai Fadli Zon melemahkan ekonomi bangsa. Imbasnya, investasi yang menurun picu pengangguran dan masalah sosial

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Fadli Zon sempat memberikan komentar soal isu Prabowo Subianto masuk Kabinet Jokowi.  

Isu radikalisme dan terorisme yang terus digulirkan pemerintah dinilai Fadli Zon melemahkan ekonomi bangsa.

Imbasnya, investasi yang menurun berujung kepada meningkatnya jumlah pengangguran serta memicu permasalahan sosial di masyarakat.

Pernyatan tersebut diungkapkan Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon; pada Senin (18/11/2019).

"Bagaimana kita bisa menyerap tenaga kerja, misalnya, jika investasinya turun? Bagaimana kehidupan sosial akan stabil, jika jumlah pengangguran meningkat? Ini adalah soal yang kait-mengait," ungkap Fadli Zon.

Diduga Ada Bisnis DiBalik Isu Terorisme dan Radikalisme, Fadli Zon: Pemerintah Sebaiknya Berhenti

Fadli Zon pun kembali mengingatkan tentang memburuknya ekonomi bangsa selama beberapa tahun belakangan.

Target pemerintah tidak tercapai, begitu juga dengan peningkatan sektor industri yang kini justru bergeser pada bidang jasa.

"Jangan lupa, dalam beberapa tahun terakhir kita sedang menghadapi minat investasi yang juga kurang menguntungkan," tulis mantan Wakil Ketua DPR ini.

"Menurut data, sektor yang diminati investor ternyata kian bergeser dari sektor-sektor yg diprioritaskan pemerintah," jelas Fadli Zon.

BIN Bongkar Penyebab Utama Terorisme di Indonesia Semakin Meluas dan Menyebar

"Seperti kita ketahui, pemerintah menginginkan penanaman modal masuk ke sektor industri manufaktur yang bersifat padat karya. Tujuannya agar bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru," jelasnya.

Namun, lanjutnya, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor kini justru lebih tertarik berinvestasi di sektor jasa ketimbang sektor industri manufaktur.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved