Beli HP Rusak dari Singapura, Polresta Tangerang Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone, 1 Orang DPO

JAJARAN Polresta Tangerang mengungkap sindikat rekondisi smartphone ilegal di Kabupaten Tangerang, yang dibeli dari Singapura dalam kondisi rusak.

Beli HP Rusak dari Singapura, Polresta Tangerang Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone, 1 Orang DPO
Istimewa
Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menunjukkan barang bukti dalam jumpa pers terungkapnya sindikat rekondisi smartphone rusak dari Singapura, di Tangerang, Minggu (17/11/2019). 

Polisi mengamankan 1.697 unit iPhone dari berbagai tipe, 4 unit solder, 1 alat servis, 1 unit mesin pencetak IMEI, 1 unit laptop, 1 unit power supply dan ratusan dus iPhone palsu.

JAJARAN Polresta Tangerang mengungkap sindikat rekondisi smartphone ilegal di Ruko Boulevard, Blok E, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Kasus itu terungkap pada Jumat (15/11/2019) dan polisi mengamankan 2 tersangka yaitu R (25) Dan WS (28).

Seorang tersangka lainnya, M, ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Di Arena Bugar Run 2019, Wali Kota Tangerang Sadarkan Masyarakat untuk Hidup Sehat

6 Desember, Apple Bawa Trio iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max Resmi Masuk Indonesia

Ini Bocoran Apple iPhone 12, dari Layar seperti Ponsel Gaming, Empat Kamera 64 MP, hingga soal Harga

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menunjukkan barang bukti dalam jumpa pers terungkapnya sindikat rekondisi smartphone rusak dari Singapura, di Tangerang, Minggu (17/11/2019).
Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menunjukkan barang bukti dalam jumpa pers terungkapnya sindikat rekondisi smartphone rusak dari Singapura, di Tangerang, Minggu (17/11/2019). (Istimewa)

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, para tersangka membeli smartphone jenis iPhone dalam kondisi rusak dari Singapura tanpa dilengkapi izin impor.

Jenis iPhone yang dibeli bermacam-macam.

Telepon genggam rusak itu, kata Ade, kemudian direkondisi dengan mengganti komponen dengan suku cadang bukan original iPhone.

"Komponen bukan original itu di antaranya earphone, charger, LCD dan komponen kamera," kata Ade saat konferensi pers di lokasi penggrebekan, Minggu (17/11/2019).

Ade mengatakan, telepon genggam rekondisi ini kemudian dijual di berbagai toko online dengan nama toko Panda House dan Lin Store.

Selain itu, lanjut Ade, para tersangka juga mencetak sendiri nomor IMEI.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved