Berita Video

VIDEO: Lelang Barang Bukti Kasus Umroh First Travel Dimulai, Total 820 Barang

"Sudah mulai satu-satu (prosesnya). Kalau di kami cuma fisiknya saja, untuk proses lelangnya dilakukan KPKNL

VIDEO: Lelang Barang Bukti Kasus Umroh First Travel Dimulai, Total 820 Barang
Warta Kota
barang bukti kasus First Travel, diantaranya adalah mobil bermerek Nissan Xtrail, Land Rover dan mini bus Toyota Hiace yang terparkir di halaman Kejari Depok, Cilodong, Depok. 

Tahapan lelang untuk barang bukti kasus Biro Umroh First Travel dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Yudi Triadi sudah mulai dilakulan.

Namun, proses tersebut masih dalam tahap penilaian harga terhadap barang bukti dengan total 820 barang milik bos First Travel tersebut.

"Sudah mulai satu-satu (prosesnya). Kalau di kami cuma fisiknya saja, untuk proses lelangnya dilakukan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang)" tutur Yudi di Kejaksaan Negeri Depok, Kota Kembang, Cilodong, Depok, Jumat (15/11/2019).

Yudi mengaku, dirinya tak bisa menjelaskan satu persatu dari jumlah 820 barang itu.

Salah seorang tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tiazara Lenggogeni, SH, MH,mengatakan, jumlah 820 itu belum termasuk jumlah kwitansi yang jumlahnya ratusan.

"Banyak sekali jumlah barangnya, termasuk uang tunai ada Rupiah dan Dolar juga," kata Tiazara dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Yudi mengatakan sebagai perwakilan para korban, pihak JPU telah melakukan upaya hukum maksimal sampai ke tingkat Kasasi sesuai dengan acara hukum pidana.

"Dalam amar tuntutan kami menyebutkan, bahwa barbuk dikembalikan kepada korban melalui pengurus paguyuban (korban First Travel) secara proporsional dan merata," kata Yudi.

Selanjutnya, kata Yudi, atas tuntutan tersebut ternyata Pengadilan Negeri (PN) Depok berpendapat berbeda.

Pasalnya, pihak paguyuban menolak menerima dengan alasan besaran yang akan dikembalikan tak sesuai.

"Sehingga akhirnya majelis memutuskan bahwa barbuk yang bernilai ekonomis, dirampas untuk negara," papar Yudi.

Berdasarkan putusan tersebut, Yudi mengatakan bahwa uang hasil lelang barang bukti tersebut, nantinya akan masuk ke kas negara.

Dari ratusan barang bukti, tiga diantaranya ada mobil minibus bermerem Nissan Xtrail, Land Rover, dan Toyota Hiace yang tampal terparkir di halaman Kejari Depok.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved