Breaking News:

Penangkapan

Terungkap Salon Kecantikan Ilegal di Penjaringan Dikelola Kakak Beradik Asal Tiongkok Pun Diringkus

Polisi menangkap kakak beradik asal Tiongkok, DN dan DS yang mengoperasikan salon kecantikan Nana Eyebrow Beauty Indonesia tersebut.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara ungkap salon kecantikan ilegal oleh kakak beradik asal Tiongkok. 

Kalangan petugas Polres Metro Jakarta Utara mengungkap adanya praktik salon kecantikan ilegal di Rukan Eksklusif Blok A Pantai Indah Kapuk, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi menangkap kakak beradik asal Tiongkok, DN dan DS yang mengoperasikan salon kecantikan Nana Eyebrow Beauty Indonesia tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pengungkapan itu bermula dari informasi masyarakat adanya salon kecantikan ilegal.

"Kenapa kita katakan ilegal? Karena tindakan yang dilakukan oleh salon ini merupakan tindakan kesehatan," ucap Budhi, Jumat (15/11).

Sementara berdasarkan peraturan yang ada, orang yang melakukan tindakan harus mempunyai izin atau sertifikasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

"Ternyata para pelakunya warga negara asing dan para pelaku yang diduga melakukan ini semuanya tidak memiliki sertifikasi kesehatan," ucap Budhi.

Tindakan yang dilakukan para pelaku berupa membuat lipatan mata (eyelid) dengan cara dilakukan anastesi dengan cream TKTX untuk membuat kebas dilanjutkan anastesi suntik pehacain.

"Setelah itu dilakukan pembedahan baru selain itu dilakukan pengeluaran lemak yang ada di kelopak mata," ujarnya.

Adapun barang bukti yang disita dari para pelaku di antaranya peralatan bedah, uang tunai Rp 6,5 jt, alat-alat kesehatan, obat-obatan dan kosmetik yang digunakan dan lain-lain.

Para pelaku dijerat Pasal 83 jo Pasal 64 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Selain itu juga Pasal 197 jo Pasal 106 ayat, Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 serta Pasal 198 jo Pasal 108.

Atas perbuatannya para pelaku terancam hukuman lebih dari 5 tahun kurungan penjara.

Polres Metro Jakarta Utara ungkap salon kecantikan ilegal oleh kakak beradik asal Tiongkok.

Mobil yang Menabrak Pohon dan Kemudian Masuk ke dalam Selokan Sedang Melaju dalam Keadaan Kencang

Terungkap Keanehan Ikan Berwajah Manusia Tertangkap Kamera Tampak di Danau Bukti Manusia Ikan Ada?

Teror Cairan Kimia Kembali Menimpa Enam Siswi SMP Jakarta Barat Akibat Pelaku Dibiarkan Gentayangan

Sementara itu, dua pemuda asal Cikarang Bekasi ditangkap polisi setelah kedapatan membawa ratusan butir obat keras ilegal.

Kedua pemuda itu bernama Garda Wisnu Adisaputra (28) dan Rizki Rialdi (19). Keduanya ditangkap saat hendak melakukan transaksi jual beli obat keras ilegal di Jalan Raya Irigasi samping PDAM Kampung Kedunggede RT 04/02, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (18/9/2019).

Kapolsek Kedungwaringin, AKP Akhmadi menuturkan penangkapan berawal ketika pihak kepolisian sedang melakukan patroli wilayah di lokasi tersebut.

Ketika itu, pihak kepolisian melihat ada sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang membawa bungkusan plastik putih yang disimpan diantara pengemudi dan penumpang.

"Keduanya juga terlihat menemui seseorang yang berada di atas sebuah motor disekitar lokasi itu. Karena curiga kami hampiri mereka tapi malah kabur," ujar Akhmadi saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).

Petugas langsung mengejar mereka dan kedua pelaku terjatuh.

Barang bukti dugaan kejahatan dua pemuda asal Cikarang Bekasi ditangkap polisi setelah kedapatan membawa ratusan butir obat keras ilegal.
Barang bukti dugaan kejahatan dua pemuda asal Cikarang Bekasi ditangkap polisi setelah kedapatan membawa ratusan butir obat keras ilegal. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Tapi satu pelaku lagi atau seorang pembeli obat terlarang itu berhasil kabur," ucap dia.

Dari tangan keduanya didapatkan obat keras jenus Heximer sebanyak 11 kantong yang berisi 10.500 butir dan pil Tramadol sebanyak 40 keping atau sebanyak 400.

Dari pengakuannya, keduanya hendak menjual obat keras itu ke pembeli asal Karawang yang berhasil kabur.

"Kedua terasangka diamankan ke Polsek Kedungwaringin. Kami masih lakukan penyelidikan dan pengembangan kasus terutama sumber obat keras ini mereka dapatkan," ungkap dia.

Selain barang bukti ratusan butir obat keras, polisi juga mengamankan satu unit HP merk Xiomi, satu unit HP merk Evercross milik tersangka dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nomor polisi B-4417-FSP berikut STNK asli dan kunci kontak yang digunakan tersangka.

Mereka diduga melanggar Pasal 196 dan/atau Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, juga Pasal 83 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan.

 Sambil Terisak Anak Korban Ungkap Melihat Kekejaman PKI Melakukan Penculikan dan Pembunuhan Brutal

 Makam Ade Irma Suryani Nasution yang Tewas Ditembak G30S PKI Terkunci Rapat Seperti Kian Terlupakan

 Roy Suryo Ungkap Sejumlah Faktor Kekeliruan dalam Pengeloaan Dana Hibah yang Menjerat Imam Nahrawi

 Anies Baswedan Ungkap Keharusan Penggunaan Mobil Ambulans Terkait Ibu Menggendong Jenazah Bayi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved