RS Polri Harapkan Keluarga WNA Korban Tenggelam Kirim Hasil Pemeriksaan DNA Dari Negara Asal

RS Polri Harapkan Keluarga WNA Korban Tenggelam Kirim Hasil Pemeriksaan DNA Dari Negara Asal. Simak selengkapnya.

RS Polri Harapkan Keluarga WNA Korban Tenggelam Kirim Hasil Pemeriksaan DNA Dari Negara Asal
Warta Kota
Salah satu jasad yang diduga WNA penyelam dievakuasi di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/11). 

KEPALA Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo menyatakan pihak keluarga warga negara asing (WNA) korban tenggelam di Pulau Sangiang, Minggu (3/11) lalu, bisa mengirimkan hasil pemeriksaan DNA dari negara asalnya.

Hal itu berkaitan dengan proses identifikasi satu jasad diduga penyelam yang ditemukan dan kini masih berada di RS Polri Kramat Jati.

Edy menyatakan pengiriman hasil tes DNA dari negara asalnya bisa mempermudah keluarga korban apabila mereka terkendala dengan jarak dan tak bisa hadir ke Indonesia guna pengambilan sampel DNA.

Direlokasi ke Pasar Kenari, Sodri Khawatir Pendapatannya Turun

"Hasil profil dan hasil pemeriksaan DNA-nya bisa dikirim ke kita (RS Polri) untuk nanti kita bandingkan dengan profil DNA di sini," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/11).

Edy menuturkan bahaa tak memungkinkan apabila keluarga korban hanya mengirim sampel DNA saja. Hal itu dikarenakan sampel DNA rentan rusak bila jarak pengiriman terlalu jauh, meskisudah disimpan sedemikian rupa secara medis.

"Sampelnya (DNA) mungkin tidak bisa dikirim.Kalau jaraknya dekat masih bisa dikirim, tapi ini jaraknya jauh. Sampel DNA-nya rentan rusak saat pengiriman tadi. Walaupun sudah disimpan tapi ada risiko rusak karena infeksi jamur," ujarnya.

Penyidik Polairud sudah berusaha menghubungi sejumlah instansi guna berkomunikasi keluarga korban terkait proses identifikasi.

Tapi sejak satu jasad penyelam diduga WNA ditemukan pada Senin (11/11) lalu, baru satu keluarga korban yang menyerahkan data antemortem (sebelum kematian).

Cegah Teroris, DPRD Kota Depok Minta Pemkot dan Intel Tingkatkan Keamanan

"Hasil pemeriksaan sidik jari juga bisa dikirim dari sana (luar negeri). Kalau keluarga kesulitan untuk datang ke sini bisa dikirim hasil pemeriksaannya. Nanti hasil pemeriksaannya kita cocokan," tuturnya.

Sebelumnya, tiga orang WNA dikabarkan menghilang saat menyelam di Pulau Sangiang, Banten, Jawa Barat, Minggu (3/11) lalu. Tiga korban tersebut bernama Tan Xuz Tao, Wan Bzng Yang dan Tian Yu.

Jasad yang diduga merupakan salah satu WNA tersebut ditemukan di Perairan Lampung Barat atau tepatnya bergeser sejauh 93 mil dari lokasi awal penyelaman di sekitar Pulau Sangiang, pada Senin (11/11) lalu.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved