Direlokasi ke Pasar Kenari, Sodri Khawatir Pendapatannya Turun

Awal Desember Trotoar Senen Terlarang Bagi PKL. Pemkot Jakpus Siapkan 108 Kios di Pasar Kenari untuk Relokasi

Direlokasi ke Pasar Kenari, Sodri Khawatir Pendapatannya Turun
Warta Kota/Joko Supriyanto
Para pedagang kaki lima mengokupasi trotoar di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019). 

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) merelokasi pedagang ke Pasar Kenari, tidak disambut baik para pedagang. Para pedagang menyatakan enggan direlokasi.

Menurut pedagang, tempat relokasi dianggap tidak strategis. Pedagang tetap ingin berjualan di pinggir lantaran mudah ketika berinteraksi dengan konsumen.

“Kalau ditanya, ‘mau nggnak’, ya .. pasti kita nggak mau, ya .. bisa dilihat sendiri di sini jauh lebih enak daripada di sana karena orang juga tahunya baju di Senen ya .. di sini,” kata Sodri (44) salah seorang, Jumat (15/11/2019).

VIDEO: Salon Kecantikan Ilegal di Penjaringan Diungkap Polisi, Pelaku Kakak Beradik Asal Tiongkok

Song Hye Kyo dan Lee Jin Saling Memberi Komentar Manis di Media Sosial

Lee Hye Sung Ungkap Reaksi Pertama Kekasihnya Jun Hyun Moo Saat Hubungan Mereka Terbongkar

Sodri mengaku memahami keberadaan para pedagang mengganggu pejalan kaki. Namun, hal itu dilakukan karena tak punya pilihan lain. “Karena jika berada di tempat baru, pemasukan bakal turun,” ujar Sodri.

Hal senada juga diungkap pedagang lain, Boy (28). Boy juga tak setuju dengan relokasi pedagang ke Pasar Kenari. “Itu bisa mematikan omset para pedagang,” ujar Boy. Menurut Boy, pendapatan pedagang bila berjualan di pinggir jalan berkisar Rp 700.000 hingga Rp 1 juta per hari.

“Dulu kan pernah di dalem. Keluar lagi. Ya .. karena sepi. Kalau jualan di dalam paling satu, dua, aja yang beli. Kalau di sini, bisa dapatlah rata-rata Rp 500,” kata Boy.

Boy juga mempertimbangkan biaya sewa ruko nantinya. “Kalau di pinggir jalan kan hanya membayar Rp 5.000 untuk keamanan. Kalo di sana pasti bayar sewa per bulan. Kalau rame sih nggak masalah. Kalo sepi gimana,” ujarnya.

108 Kios

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat berencana merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di Jalan Stasiun Senen, ke Pasar Kenari, Kramat, Jakarta Pusat. Pemkot Jakarta Pusat menyediakan sebanyak 108 kios untuk para pedagang.

Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 16 November 2019 Gemini Jatuh Cinta Lagi, Scorpio Mimpi, Cancer Ragu

Adalah Kisah Cerita HIVI! Menyantap Pecel Termahal dengan Diiringi Petikan Gitar Tohpati

Ngayogjazz sebagai monumen terakhirnya Djaduk ferianto

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, mengatakan karena Pasar Kenari dikelola oleh Perumda Pasar Jaya, maka sistem pembayaran dikelola oleh Perumda Pasar Jaya. “Untuk enam bulan pertama gratis,” kata Irwandi, Jumat (15/11/2019).

Relokasi sedianya mulai dilakukan pada awal Desember 2019. Namun, dari pertemuan antara pedagang dan Pemkot Jakarta Pusat yang sudah dilakukan sebelumnya, banyak pedagang tidak setuju direlokasi.

“Pada nggak setuju. Maunya dijalanan. Tapi, kami ya nggak setuju. Kami harus tegas juga,” ujar Irwandi.
Lebih lanjut Irwandi menjelaskan, bila hingga awal Desember 2019 para pedagang tetap berjualan di trotoar, Pemkot Jakarta Pusat tak segan melakukan tindakan. Hal ini sudah disepakati oleh para pedagang. “Ya .. kalau bandel kita jewer. Kita tertibkan,” ucapnya.

Risiko Persalinan Caesar Kedua, Bekas Jahitan Operasi Caesar Bisa Nyeri Berbulan-bulan

Menkes Terawan Ikut Dampingi Proses Kelahiran Cucu Ketiga Jokowi, Gibran: Nama Mirip-Mirip Kakaknya

Mobil yang Menabrak Pohon dan Kemudian Masuk ke dalam Selokan Sedang Melaju dalam Keadaan Kencang

Irwandi menegaskan, mulai awal Desember 2019, dipastikan para pedagang baju tidak lagi berjualan di trotoar.Keberadaan para pedagang itu berdampak membuat kawasan terkesan kumuh. Selain itu juga berimbas kemacetan arus lalu lintas. “Pokoknya 1 Desember 2019 sudah harus kosong. Kita sudah sosialisasi ke pedagang,” kata Irwandi.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved