Berita Jakarta

Wilayah Jaksel dan Jaktim Berpotensi Terjadi Pergeseran Tanah

BPBD DKI Jakarta mengungkapkan dua wilayah Administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami pergeseran tanah.

Wilayah Jaksel dan Jaktim Berpotensi Terjadi Pergeseran Tanah
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
ILUSTRASI: Pergeseran tanah di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, RT 3, 4 dan 7/2, Kabupaten Bogor. 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengungkapkan dua wilayah Administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi mengalami pergeseran tanah.

Pergeseran tanah itu dalam skala menengah, namun bisa memicu longsor.

Menurut Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo, ada 10 kelurahan yang berpotensi mengalami pergeseran tanah di kedua wilayah tersebut.

Data itu, kata dia, diperoleh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang diterima sejak dua tahun lalu.

Dia merinci untuk Jakarta Selatan berada di wilayah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

Kemudian untuk wilayah Jakarta Timur berada di wilayah Kramat Jati dan Pasar Rebo.

“Paling banyak Jakarta Selatan terutama di daerah yang kontur tanahnya tinggi dan berdekatan dengan kali, karena kalau arusnya kencang postur tanah bisa rontok (terkikis),” kata Subejo di Balai Kota DKI pada Kamis (14/11/2019).

Subejo mengatakan, lembaganya telah melakukan berbagai antisipasi seperti sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Harapannya, bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga potensi hilangnya nyawa seseorang akibat bencana itu bisa dhindari.

“Antisipasi bisa lewat mitigasi struktural di daerah bantaran kali, kemudian diperkuat dengan tanam pohon,” katanya.

Menurut dia, pergeseran tanah yang berpotensi terjadi longsor ini dipicu karena berbagai faktor.

Salah satunya karena kontur tanahnya yang labil dan tingginya intensitas hujan di wilayah setempat.

“Tanah itu ketika ada rongga dia akan turun, dan itu menjadi pergerakan juga karena dia akan mencari keseimbangan baru.

"Soal besaran pergeseran tanah, itu relatif dan teknisnya ada pada lembaga terkait (PVMBG),” ucapnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved