Akuatik

Ketua KONI Minta Cabor Akuatik Jadi Lumbung Prestasi Indonesia

Marciano meminta kepada PRSI untuk konsisten membina atlet agar bisa berpretasi di ajang internasional.

Warta Kota/Alex Suban
Perenang Indonesia Sidiq Triady Fauzi melaju dalam final nomor renang 200 meter gaya ganti Asian Games 2018 di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) melakukan pertemuan dengan pimpinan KONI Pusat di Gedung KONI Pusat, Jakarta, pada Rabu (13/11/2019).

Jajaran PRSI diterima Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman dan Sekretaris Jenderal, Ade Lukman.

Dalam pertemuan tersebut, PRSI dan KONI membahas mengenai perkembangan persiapan SEA Games 2019 di Filipina dan PON 2020 di Papua.

Usai pertemuan, Marciano meminta kepada PRSI untuk konsisten membina atlet agar bisa berpretasi di ajang internasional.

Selain itu, ia juga menginginkan agar PRSI bisa mencetak atlet yang mampu mendulang medali lebih dari satu ketika tampil di ajang multi event.

Ada Dua Event Besar, KONI Kabupaten Bekasi Minta Dana Hibah Rp 40 Miliar Tahun 2020

PRSI Kirim 10 Atlet Latihan di Dataran Tinggi Jelang SEA Games 2019

Polo Air Putri Digelar di SEA Games 2019, PRSI Langsung Siapkan Atlet

“Sore ini, saya menerima kunjungan ketua umum PRSI, kami sharing tentang bagaimana peningkatan pembinaan prestasi di olahraga khususnya akuatik. Beliau menceritakan soal prestasi atlet-atlet yang di bawah binaan PRSI,” kata Marciano.

“Saya selaku ketua umum KONI Pusat dan Sekjen memberikan masukan supaya ke depannya akuatik benar-benar menjadi cabang olahraga yang bisa menyumbangkan banyak medali emas kepada Indonesia pada setiap multi event atau single event di luar negeri,” tambah dia.

Lebih lanjut, Marciano menjelaskan, secara spesifik apa yang diinginkan KONI terhadap PRSI.

Menurutnya, PRSI harus melakukan sejumlah upaya agar bisa mencetak perenang yang sanggup meraih medali di lebih dari satu nomor.

Sebab, akuatik merupakan cabang olahraga yang paling banyak medalinya pada setiap gelaran multi event.

“PRSI harus membina atlet-atletnya sedini mungkin melalui satu pola latihan yang tertata dengan baik. Belajar dari pengalaman-pengalaman atlet kita terdahulu maupun atlet-atlet dari negara tetangga,” ujarnya.

“Jadi, kalau bisa PRSI itu mencetak satu atlet yang bisa dapat 9 emas atau 12 emas. Seandainya Indonesia punya atlet seperti itu Indonesia pasti akan berada di peringkat tertinggi,” pungkas Marciano.

Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved