Kecelakaan GrabWheels

Keluarga Kecewa, Tersangka Penabrak Penyewa Skuter Listrik GrabWheels Tak Ditahan

Alan, kakak dari salah satu korban tewas, Ammar (18), menduga pertimbangan polisi tak menahan DH terkait jabatan penting yang diduduki ibu tersangka.

Keluarga Kecewa, Tersangka Penabrak Penyewa Skuter Listrik GrabWheels Tak Ditahan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar 

Keluarga dua pengguna layanan skuter listrik sewaan GrabWheels yang menjadi korban tabrak lari di kawasan Senayan pada 10 November lalu, merasa kecewa dengan keputusan polisi tak menahan tersangka penabrak, DH.

Alan, kakak dari salah satu korban tewas, Ammar (18), menduga pertimbangan polisi tak menahan DH karena terkait jabatan penting yang diduduki ibu tersangka.

"Pelaku adalah anak dari anggota DPD RI," kata Alan saat dikonfirmasi Warta Kota, Kamis (14/11/2019).

Kecelakaan GrabWheel - YLKI Sebut Perlu Ada Aturan Ketat Keberadaan Skuter Listrik

Alan mengetahui identitas keluarga pelaku berdasarkan penelusuran atas nama perempuan yang mengaku sebagai ibu tersangka saat berkunjung ke rumahnya untuk melayat mendiang Ammar, pada Minggu (10/11/2019) sore.

Penelusuran tersebut mengarahkannya kepada beberapa berita dari media nasional dan sumber lain mengenai sepak terjang politik ibu tersangka pada Pemilu serentak 2019 lalu.

Foto yang terpampang di berbagai berita dan sumber memperjelas identitas ibu pelaku bahwa ia merupakan sosok yang memiliki jabatan penting.

Pengguna Skuter Listrik Menjadi Korban Tabrakan, GrabWheels Bakal Beri Dukungan dan Bantuan

"Ini ibu pelaku yang waktu itu mengunjungi rumah saya," kata Alan sambil memperlihatkan foto ibu DH dari satu tautan sumber informasi.

Wanda, salah satu teman Ammar yang juga saksi mata saat kecelakaan maut merenggut nyawa dua rekannya, juga membenarkan hal itu. 

Berdasarkan penelusuran di situs pencarian internet, Wanda meyakini wajah orang yang ditemuinya di RSAL Mintohardjo pada Minggu (10/11/2019) lalu, sama seperti foto-foto yang terpampang di berbagai sumber informasi.

Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas, Korban Tabrak Lari di Kawasan Senayan

"Iya, saya lihat dia (ibu pelaku DH) datang dan bilang kalau saya ibu pelaku. Dia yang menanggung biaya rumah sakit juga," ucapnya.

Alasan Tidak Ditahan

Dua orang remaja tewas tertabrak mobil saat mengendarai skuter listrik di Jalan Sudirman, Minggu (/11/2019) lalu.

Penabraknya, DH, telah ditetapkan sebagai tersangka dan terbukti bersalah.

VIDEO: Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Camry di Senayan, Polisi Bilang Begini

Dia dikenakan Pasal 310 juncto Pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Fahri Siregar, menyebut DH berada dalam pengaruh alkohol alias mabuk saat kejadian .

"Tapi, kalau dari hasil pemeriksaan alat tiupnya untuk mengetahui alkohol, memang dia meminum alkohol, dipengaruhi alkhohol. Setelah dari suatu tempat, dia minum alkohol, terjadi laka lantas," ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/11/2019) kemarin.

3 JPO di Jakarta Rusak karena Dilintasi Skuter Listrik, Siapa yang Bertanggungjawab?

Namun demikian, DH saat ini tak dilakukan penahanan.

Fahri menyatakan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat penyidik akhirnya tidak menahan DH.

Yang pertama karena DH diyakini tidak akan melarikan diri.

Dishub DKI Larang Pengguna Skuter Listrik Melintas di JPO

Kemudian pertimbangan kedua lantaran penyidik yakin DH tidak akan menghilangkan barang bukti.

"Dengan pertimbangan penyidik (sehingga tidak ditahan)," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved