Breaking News:

Lalu Lintas

Ditlantas Polda Metro Larang Pengguna Skuter Listrik di Jalan Raya Agar Kecelakaan Tak Terulang

Ditlantas Polda Metro Jaya juga tengah menggodok aturan dan ketentuan tentang penggunaan skuter listrik.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ditlantas Polda Metro Jaya melarang pengguna skuter listrik atau otoped listrik melintas di jalan raya. 

Kedua, kata Fahri, Polda Metro Jaya membahas dengan Pemprov DKI terkait ruas jalan mana yang bisa dilintasi dan tidak bisa dilintasi skuter listrik.

"Ketiga, Pemprov dan Polri juga membahas sistem keamanan dari pengendara otopet listrik apa perlu gunakan helm atau mungkin ditambah decker pengaman siku dan lutut," katanya.

Keempat katanya terkait sistem keamanan dari otopet listrik ini. "Kalau kita lihat, skuter listrik ini di malam hari harus dipasang dengan lampu yang lebih besar," katanya.

"Karena saya lihat sendiri kemarin beberapa pengguna skuter listrik ini menggunakan ruas jalan keseluruhan di sekitaran Jalan Dharmawangsa dengan lampu kecil. Ini berpotensi membuat kecelakaan lalu lintas apalagi kecepatannya bisa sampai 40 km perjam," kata Fahri.

Karenanya menurut Fahri, sangat dibutuhkan aturan jelas atas skuter listrik atau otopet listrik ini. "Saya kategorikan pengguna skuter listrik ini sebagai kelompok pengguna jalan yang rentan, selain pengguna sepeda, pejalan kaki, dan lansia," katanya.

Kelompok rentan ini kata Fahri memiliki jalur khusus di jalan raya.
"Misalnya pejalan kaki punya jalur khusus yakni di trotoar, pesepeda juga ada di jalur khusus paling kiri, dan lansia juga di trotoar. Ini yang harus diawasi dan ditetapkan untuk pengguna otoped listrik," katanya.

Sebelumnya Fahri mengatakan pengemudi mobil Camry yang menabrak sejumlah pengguna skuter listrik atau otoped elektrik, dan menewaskan dua orang, yakni DH, dipastikan sedang mabuk alkohol, sehingga kehilangan konsentrasi.

Karenanya mobil Camry yang dikemudikan DH, menabrak para pengguna skuter listrik di Senayan, Minggu (10/11/2019) lalu.

Meski begitu, kata Fahri, Ditlantas Polda Metro Jaya tidak menahan DH, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Setelah kita BAP dan kita tetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa DH, tidak perlu dilakukan penahanan. Sebab penyidik menilai bahwa tersangka, pertama tidak akan melarikan diri, yany kedua tidak akan menghilangkan barang bukti," papar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/11/2019).

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved