Breaking News:

Kecelakaan GrabWheels

Dishub DKI Siapkan Payung Hukum Penggunaan Skuter Listrik

Pemprov DKI sedang menyiapkan payung hukum mengenai pengoperasian skuter listrik oleh penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi, GrabWheels.

Ricky Martin Wijaya
Warga mengendarai Sekuter Listrik Grab Wheels di Jalan Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). 

Pemprov DKI sedang menyiapkan payung hukum mengenai pengoperasian skuter listrik yang dilakukan oleh jasa transportasi berbasis aplikasi daring, GrabWheels.

Aturan itu ditargetkan rampung pada Desember tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan, payung hukum yang dibuat itu berupa Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta.

Ditlantas Polda Metro Larang Pengguna Skuter Listrik di Jalan Raya Agar Kecelakaan Tak Terulang

Hingga kini, lembaganya masih menyusunnya dengan harapan bisa segera diteken gubernur.

“Desember ini kami selesaikan. Jadi, minggu ini kami selesaikan, kemudian minggu depan kami verbalkan. Kami berharap akhir November sudah ditandatangani Pak Gubernur dan Desember diumumkan,” kata Syafrin di Balai Kota DKI, Kamis (14/11/2019).

Hal ini dikatakan Syafrin menyusul insiden kecelakaan mobil yang merenggut dua pengguna GrabWheel di Kawasan Gate III Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Minggu (10/11/2019) dini hari.

Beda dengan Dishub yang Larang Skuter Listrik Jalan di Pendestrian, BPTJ Malah Perbolehkan

Saat itu, dua pengguna skuter listrik bernama Wisnu (18) dan Ammar (18) tewas karena ditabrak pengendara mobil Toyota Camry.

Dalam kesempatan itu, Syafrin membantah aturan soal skuter listrik dibuat belakangan.

Dia berdalih, saat skuter listrik dari GrabWheels sudah mengaspal pada Oktober lalu, sebetulnya Dinas telah melakukan kajian.

Kecelakaan GrabWheel - YLKI Sebut Perlu Ada Aturan Ketat Keberadaan Skuter Listrik

Adapun kajian yang dimaksud mengatur jam operasional hingga titik pemakaian skuter listrik.

Dia berharap, penyewa skuter listrik dapat menggunakan jalur yang aman atau bebas dari kendaraan bermotor.

“Sebenarnya nggak telat, jadi begitu skuter listrik masuk akhir Oktober kami sudah melakukan kajian. Untuk menentukan ruang lingkup yang akan diatur apa saja,” katanya.

Dishub DKI Larang Pengguna Skuter Listrik Melintas di JPO

Dia menjelaskan, pemerintah telah mendorong pemakaian skuter listrik di tempat tertentu misalnya di dalam Kawasan Gelora Bung Karno, Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sebagainya.

Dengan demikian, para pengguna merasa nyaman memakai alat transportasi ini.

“Informasinya mereka (Grab) sudah kerja sama dengan pengelola GBK, jadi silakan koordinasi dan kerja sama. Karena begitu keluar (rute), maka mereka ada di jalan raya dan bisa dikenakan denda sebagaimana UU Nomor 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ),” jelasnya.

Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas, Korban Tabrak Lari di Kawasan Senayan

Menyusul insiden kecelakaan itu, Dinas juga melarang pengoperasian skuter listrik di trotoar ataupun di jembatan penyebrangan orang (JPO).

Pertimbangannya demi keselamatan pejalan kaki.

“Kami telah diskusi dengan penyedia jasa itu, bahwa disampaikan demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki, maka kami berikan ruang lebih kepada pejalan kaki dengan melarang skuter di trotoar dan JPO,” ungkapnya. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved