Kecelakaan GrabWheels

Belum Ada Regulasi, GrabWheels Meluncur di Jalan Raya Berdampingan dengan Kendaraan Bermotor

Belum ada Regulasi, Grab Wheels kini bebas meluncur di jalan raya berdampingan dengan kendaraan bermotor sehingga sangat beresiko tinggi kecelakaan.

instagram @jktinfo
Cara berkendara tidak biasa yang dilakukan seorang pengguna Grab Wheels saat melintasi di Jalan Melawai Raya, kebayoran Baru, Jakarta Selatan 

"Atas kejadian itu, YLKI memberikan catatan keras," tambahnya.

Catatan pertama adalah kritik bagi pihak Grab selaku vendor dari GrabWheels.

Menurutnya, walau telah menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pihak Grab katanya belum memberikan edukasi terkait petunjuk teknis penggunaan GrabWheels.

"Mengritik keras managemen Grab atas kejadian itu. Memang managemen Grab telah menyampaikan duka cita dan akan memberikan dukungan yang lain pada keluarga korban. Namun ini tentu saja sangat tidak cukup," jelas Tulus.

"YLKI menduga kuat managemen Grab belum/ tidak memberikan edukasi/ juknis yang kuat kepada pengguna Grabwheel, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, terutama terkait aspek safety (keamanan)," tambahnya.

Terkait hal tersebut, YLKI meminta managemen Grab untuk menghentikan penyewaan skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek keamanan kepada para penggunanya. 

"Hentikan sewa skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek safety," jelasa Tulus.

Sedangkan catatan kedua meliputi desakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk segera mengatur secara ketat keberadaan skuter listrik.

Pengaturan regulasi hingga penggunaan skuter lilstrik harus dilakukan pemerintah agar masalah baru tidak kembali muncul dan meluas.

"YLKI mendukung Dishub DKI Jakarta yang akan mengatur hal ini, agar secara cepat disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Poin-poin krusial yang perlu diatur, antara lain perizinan yang ketat, pentarifan (penetapan tarif) dan juga jaminan asuransi," ungkap Tulus.

"Intinya keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," tambahnya.

Sementara catatan ketiga meliputi desakannya kepada pihak Grab.

Pihaknya meminta agar Grab selaku vendor dapat memastikan para penyewa skuter listrik memahami tentang ketentuan berlalu lintas.

Terlebih aspek mendasar terkait keselamatan berkendara di jalan, sehingga kecelakaan Grab Wheels di Senayan tidak kembali terulang.

Mengingat dari sisi infrastruktur, baik Ibu Kota maupun sejumlah kota besar di Indonesia lainnya belum memberikan dukungan yang memadai untuk jalur skuter

"Dan belum pula ada sosialisasi yang memadai kepada penggunanya, yang bisa jadi masih minim literasi terkait kepatuhan berlalu lintas," jelas Tulus.

"Bandingkan dengan pengguna sepeda di Belanda yang 40 persennya telah mendapatkan edukasi sejak dini, terkait aspek safety dalam berlalu lintas menggunakan sepeda. 
Demikian catatan YLKI," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved