Kecelakaan GrabWheels

Belum Ada Regulasi, GrabWheels Meluncur di Jalan Raya Berdampingan dengan Kendaraan Bermotor

Belum ada Regulasi, Grab Wheels kini bebas meluncur di jalan raya berdampingan dengan kendaraan bermotor sehingga sangat beresiko tinggi kecelakaan.

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dian Anditya Mutiara
instagram @jktinfo
Cara berkendara tidak biasa yang dilakukan seorang pengguna Grab Wheels saat melintasi di Jalan Melawai Raya, kebayoran Baru, Jakarta Selatan 

Tujuannya agar peristiwa yang menewaskan dua orang remaja dan melukai empat orang lainnya itu tidak kembali terulang.

"Dua orang pengguna skutik Grab Wheel dini hari tadi meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas di area Gelora GBK. YLKI menyampaikan duka yang mendalam atas kecelakaan tersebut yang mencerabut nyawa dua orang penggunanya itu," jelas Tulus dalam siaran tertulis pada Kamis (14/11/2019). 

"Atas kejadian itu, YLKI memberikan catatan keras," tambahnya.

Catatan pertama adalah kritik bagi pihak Grab selaku vendor dari GrabWheels.

Menurutnya, walau telah menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pihak Grab katanya belum memberikan edukasi terkait petunjuk teknis penggunaan GrabWheels.

"Mengritik keras managemen Grab atas kejadian itu. Memang managemen Grab telah menyampaikan duka cita dan akan memberikan dukungan yang lain pada keluarga korban. Namun ini tentu saja sangat tidak cukup," jelas Tulus.

"YLKI menduga kuat managemen Grab belum/ tidak memberikan edukasi/ juknis yang kuat kepada pengguna Grabwheel, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, terutama terkait aspek safety (keamanan)," tambahnya.

Terkait hal tersebut, YLKI meminta managemen Grab untuk menghentikan penyewaan skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek keamanan kepada para penggunanya. 

"Hentikan sewa skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek safety," jelasa Tulus.

Sedangkan catatan kedua meliputi desakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk segera mengatur secara ketat keberadaan skuter listrik.

Pengaturan regulasi hingga penggunaan skuter lilstrik harus dilakukan pemerintah agar masalah baru tidak kembali muncul dan meluas.

"YLKI mendukung Dishub DKI Jakarta yang akan mengatur hal ini, agar secara cepat disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Poin-poin krusial yang perlu diatur, antara lain perizinan yang ketat, pentarifan (penetapan tarif) dan juga jaminan asuransi," ungkap Tulus.

"Intinya keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," tambahnya.

Sementara catatan ketiga meliputi desakannya kepada pihak Grab.

Pihaknya meminta agar Grab selaku vendor dapat memastikan para penyewa skuter listrik memahami tentang ketentuan berlalu lintas.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved