Kecelakaan GrabWheels
3 Catatan YLKI Soal Kecelakaan GrabWheels yang Tewaskan 2 Orang di Senayan
Tiga catatan YLKI soal kecelakaan Grab Wheel di Senayan, Salah satunya soal regulasi penggunaan skuter listrik di jalan raya
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dian Anditya Mutiara
Peristiwa tabrak lari pengendara GrabWheels merenggut nyawa dua orang di kawasaan Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (10/11/2019) lalu dikawatirkan masyarakat.
Tidak terkecuali Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menegaskan tiga catatan soal kecelakaan GrabWheels.
Tiga catatan soal kecelakaan GrabWheels di Senayan itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.
Tiga catatan tersebut katanya meliputi pembatasan kecepatan dan pengendalian penggunaan skuter listrik di jalan raya.
• Kecelakaan GrabWheels - Korban Sekaligus Saksi Mata Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Selama 8 Jam
Tujuannya agar peristiwa yang menewaskan dua orang remaja dan melukai empat orang lainnya itu tidak kembali terulang.
"Dua orang pengguna skutik GrabWheels dini hari tadi meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas di area Gelora GBK. YLKI menyampaikan duka yang mendalam atas kecelakaan tersebut yang mencerabut nyawa dua orang penggunanya itu," jelas Tulus dalam siaran tertulis pada Kamis (14/11/2019).
"Atas kejadian itu, YLKI memberikan catatan keras," tambahnya.
Catatan pertama adalah kritik bagi pihak Grab selaku vendor dari GrabWheels.
• Pengguna Skuter Listrik Menjadi Korban Tabrakan, GrabWheels Bakal Beri Dukungan dan Bantuan
Menurutnya, walau telah menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pihak Grab katanya belum memberikan edukasi terkait petunjuk teknis penggunaan GrabWheels.
"Mengritik keras managemen Grab atas kejadian itu. Memang managemen Grab telah menyampaikan duka cita dan akan memberikan dukungan yang lain pada keluarga korban. Namun ini tentu saja sangat tidak cukup," jelas Tulus.
"YLKI menduga kuat managemen Grab belum/ tidak memberikan edukasi/ juknis yang kuat kepada pengguna GrabWheels, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, terutama terkait aspek safety (keamanan)," tambahnya.
• Pengguna Skuter Listrik Menjadi Korban Tabrakan, GrabWheels Bakal Beri Dukungan dan Bantuan
Terkait hal tersebut, YLKI minta Grab hentikan penyewaan skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek keamanan kepada para penggunanya.
"Hentikan sewa skuter listrik, sebelum memperbaiki aspek safety," jelasa Tulus.
Sedangkan catatan kedua meliputi desakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk segera mengatur secara ketat keberadaan skuter listrik.
Pengaturan regulasi hingga penggunaan skuter lilstrik harus dilakukan pemerintah agar masalah baru tidak kembali muncul dan meluas.
"YLKI mendukung Dishub DKI Jakarta yang akan mengatur hal ini, agar secara cepat disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Poin-poin krusial yang perlu diatur, antara lain perizinan yang ketat, pentarifan (penetapan tarif) dan juga jaminan asuransi," ungkap Tulus.
"Intinya keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," tambahnya.
Sementara catat ketiga meliputi desakannya kepada pihak Grab.
Pihaknya meminta agar Grab selaku vendor dapat memastikan para penyewa skuter listrik memahami tentang ketentuan berlalu lintas.
Terlebih aspek mendasar terkait keselamatan berkendara di jalan, sehingga kecelakaan Grab Wheels di Senayan tidak kembali terulang.
Mengingat dari sisi infrastruktur, baik Ibu Kota maupun sejumlah kota besar di Indonesia lainnya belum memberikan dukungan yang memadai untuk jalur skuter
"Dan belum pula ada sosialisasi yang memadai kepada penggunanya, yang bisa jadi masih minim literasi terkait kepatuhan berlalu lintas," jelas Tulus.
"Bandingkan dengan pengguna sepeda di Belanda yang 40 persennya telah mendapatkan edukasi sejak dini, terkait aspek safety dalam berlalu lintas menggunakan sepeda.
Demikian catatan YLKI," tutupnya.
Curhat Kakak Kandung Korban
Kakak kandung korban tewas Grab Wheels di Senayan, Nita Lutfi Andari mencurahkan isi hatinya.
Dirinya mengaku sangat kehilangan sang adik sekaligus meminta keadilan atas kematian adiknya.
Curahan hati (curhat) Kakak kandung korban tewas Grab Wheels di Senayan itu disampaikan lewat akun twitternya @nitaalutfi; pada hari ini, Rabu (13/11/2019).
Dalam postingannya, Nita menuliskan kronologis kejadian tabrakan yang menimpa Ammar, sang adik dan keempat temannya.
Peristiwa tersebut diceritakannya bermula saat adiknya bersama keempat temannya menyewa Grab Wheels di kawasan FX Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Minggu (10/11/2019) sekira pukul 02.00 WIB.
Usai menyewa otopet bertenaga listrik itu, adiknya beserta temannya beriringan jalan vertikal di kawasan tersebut.
"Posisi jalan dari belakang gambaran nya dgn nama yaitu Bagus, Wisnu, Ammar (adik saya) dan paling depan ada 3 teman nya juga (jadi ada 6 orang)," tulis Nita.
Berdasarkan informasi dari temen-teman adiknya yang selamat, tabrakan terjadi ketika rombongan yang melaju dari arah Lingkar Semanggi menuju FX Sudirman.
"Info pada saat rombongan grabwheels belok ke kiri, tiba2 ada mobil melaju sangat kencang & menabrak dari belakang rombongan adik saya," ungkap Nita.
"Mobil mengenai seluruh rombongan. pada saat menabrak mobil langsung kabur. Beruntungnya bamper dan plat mobil tersebut jatoh di sekitar TKP. Polisi melacak plat mobil pelaku dan menangkap pelaku tsb," tambahnya.
Bersamaan dengan kaburnya pelaku, beberapa teman adiknya yang masih sadarkan diri segera meminta bantuan.
Sejumlah mobil dihentikan sang sahabat, dua orang yang terluka, yakni adiknya dan Wishnu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut DR Mintohardjo.
Setelah diperiksa diungkapkannya, Bagus dalam keadaan sadar dengan luka parah di bagian tangan kiri dan tangan kanan luka-luka.
Sedangkan Ammar mengalami pendarahan di otak dan dada kanan memar karena benturan dan Wisnu mengalami pendarahan di otak dan pembengkakan jaringan otak karena benturan.
Sementara ketiga temannya adiknya hanya mengalami luka ringan dan shock.
"Adapun setelah kejadian minggu pagi Ammar di nyatakan meninggal dunia dan Wisnu masih kritis di ICU dan kemarin siang dinyatakan meninggal dunia," tulisnya.
Dirinya pun berharap aar pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Nita pun meminta kepada pihak Grab selaku vendor Grab Wheel memberikan pedoman keamanan produk.
"Tolong usut tuntas kasus ini bapak polisi yang saya hormati
@TMCPoldaMetro @poldametrojaya dan untuk @GrabID buatlah pedoman tentang layanan safety grabwheels kalian. Cukup adik saya korban nya!," tegasnya.
(dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/skuter-listrik-grab-wheels-siap-meluncur-di-terminal-3-bandara-internasional-soekarno-hatta.jpg)