Nikah Massal

Sudin Dukcapil Jakarta Pusat Gelar Pencatatan Nikah Massal di Kantor Walikota

Program pencatatan nikah massal sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang pernikahannya belum tercatat dalam administrasi kependudukan.

Sudin  Dukcapil Jakarta Pusat Gelar Pencatatan Nikah Massal di Kantor Walikota
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sebanyak 36 pasangan suami-istri mengikuti kegiatan nikah massal yang diselenggarakan Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). Mereka adalah pasangan yang sudah lama menikah namun belum mencatatkan pernikahannya ke dalam administrasi negara. 

Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat menggelar nikah massal di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

36  pasangan mengikuti program nikah massal itu. 

Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat Yadi Rusmayadi mengatakan, program pencatatan nikah massal sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang pernikahannya belum tercatat dalam administrasi kependudukan.

Ada 132 Pasangan di Jakarta Pusat Bakal Mengikuti Nikah Massal, Pemkot Ajak Warga yang Tertarik

"Jadi, hari ini kegiatan pencatatan nikah massal di Jakarta Pusat. Yang kita catat sebanyak 36 pasang," kata Yadi, Rabu (13/11/2019).

Pasangan yang mengikuti kegiatan pencatatan nikah massal itu bukan baru pertama kali menikah.

Mereka pasangan yang sudah belasan maupun puluhan tahun menikah, akan tetapi belum tercatat dalam administrasi negara.

Sebanyak 640 Pasangan di Tangerang Nikah Massal

"Momen hari ini itu untuk mendorong kewajiban kita untuk terus aktif mengurus dokumen resmi dan sah sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Menurut Yadi, didapati puluhan pasangan ini karena pihak Sudin Dukcapil Jakarta Pusat melakukan penyisiran ke sejumlah warga terkiat dokumen kependudukan.

 Akibat dari tidak tercatatnya pernikahan itu, mereka tidak bisa memproses dokumen akta kelahiran anak, lantaran tidak memiliki surat nikah yang sah.

Dari Ratusan Pasangan, Anies dan Aa Gym Jadi Saksi Untuk Dua Pasangan Nikah Massal

"Kita terus turun ke bawah mencari, kita terus dorong masyarakat dan memang ada beberapa yang ingin buat akta kelahiran tidak bisa karena terbentur, untuk itu kita dorong untuk ikut kegiatan ini," ujarnya.

Yadi menyebut,  hingga tahun ini sudah hampir 80 pasangan yang sudah mengikuti kegiatan pencatatan nikah massal.

Ke depan ia berharap kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap pemutakhiran data.

Meskipun Hujan Angin, Tak Kurangi Antusias Peserta Nikah Massal

"Ini  penting karena  setiap pernikahan itu harus ada dokumen. Artinya apa kita pastikan seluruh data pelayanan publik itu mengunakan data kependudukan," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved