Kapolda Minta Pemerintah Pekerjakan 40 Aktivis Kampus Asal Papua di BUMN, Ini Alasannya

KAPOLDA Papua Irjen Paulus Waterpauw mengaku kerap kewalahan menghadapi gerakan generasi muda di Papua belakangan ini.

Kapolda Minta Pemerintah Pekerjakan 40 Aktivis Kampus Asal Papua di BUMN, Ini Alasannya
Tribunnews/HO
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Minggu (6/10/2019). 

KAPOLDA Papua Irjen Paulus Waterpauw mengaku kerap kewalahan menghadapi gerakan generasi muda di Papua belakangan ini.

Menurut Paulus, banyak kalangan milenial tersebut kerap vokal mengkritisi dan sulit diberikan pemahaman oleh para tokoh senior.

Hal itu diungkapkan oleh Paulus dalam acara diskusi yang bertajuk 'Merajut Papua dalam Bingkai NKRI' di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Ditanya Peluang Jadi Capres 2024, Anies Baswedan: Masyaallah, Saya Baru Dua Tahun Kerja di Jakarta

"Kaum muda Papua adalah mereka kaum milenial yang memiliki intelegensi, mereka yang punya pendidikan baik, punya konektivitas, menguasai teknologi."

"Karena kapasitas inilah mereka agak sulit mau mendengar kita kelompok tua itu. Jadi kita mau bicara bagaimana pun ya kebanyakan mereka bantah," ungkap Waterpauw.

Dia menyatakan, mayoritas kalangan muda yang kerap mengkritik keras ialah aktivis-aktivis mahasiswa di kampus.

Menantu Sebut Rizieq Shihab Dua Kali Dicekal, Imigrasi Belum Terima Surat dari Arab Saudi

Untuk itu, Paulus mengusulkan pemerintah pusat memasukkan sejumlah aktivis kampus asal Papua untuk bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Inilah yang sedang kami galang. Aktivis-aktivis itu sedang kita dekati agar mereka kita coba kanalisasi."

"Kita coba bicara dengan pemerintah di pusat, boleh lah mereka diberikan ruang agar dikasih tempat bisa bekerja, ada penerimaan BUMN misalkan," usulnya.

Fadli Zon Bilang Pencekalan Rizieq Shihab Pesanan, Sebut Proses Pemulangannya Cuma Butuh Satu Hari

Untuk merealisasikan itu, ia menyatakan telah menghadap Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, hingga Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved