Breaking News:

Kecelakaan GrabWheels

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheels, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheel, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita. Dua Penyewa Otopet Listrik GrabWheel tewas ditabrak mobil di Senayan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor:
Warta Kota/Rangga Baskoro
ajar (kiri), Wanda (tengah) dan Wulan (kanan) yang merupakan saksi mata dan teman korban tewas kecelakaan GrabWheel, Ammar dan Wisnu saat ditemui di rumah duka Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). 

Public Relations Manager Grab Indonesia, Andre Sebastian mengatakan menyesali dan berduka cita atas insiden tabrak lagi yang membuat dua orang penguna otopet listrik  GrabWheel tewas.

Pihaknya telah menerima informasi terkait terjadinya kecelakaan yang terjadi pada tanggal hari Minggu dini hari lalu.

Berdasarkan hasil penelusuran mereka, i 4 pengguna GrabWheels cedera dan 2 pengguna meninggal dunia akibat tabrakan dari sebuah mobil yang terjadi di jalan sekitar area Senayan.

"Segenap manajemen Grab menyesali kejadian ini dan turut berduka cita bagi keluarga dan rekan yang ditinggalkan," kata Andre dalam keterangan yang diterima Wartakotalive.com, Rabu (13/11/2019).

Curhat Kakak Kandung Korban Tewas GrabWheels di Senayan, Kronologis Hingga Luka Korban

Pihaknya mengaku telah menghubungi pihak keluarga pengguna dan prioritas Grab saat ini adalah memberikan dukungan penuh dan bantuan yang dibutuhkan oleh pengguna dan keluarganya.

"Grab berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan penggunaan GrabWheels melalui edukasi kepada pengguna dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam upaya menjaga keselamatan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan dua orang penguna GrabWheel tewas usai mengalami insiden tabrak lari di kawasan Senayan pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Korban yang bersama 4 rekannya ditabrak oleh kendaraan dari belakang, naasnya dua orang mengalami luka berat dan pendarahan hebat, hingga mengakibatkan dua orang penguna grab wheel itu tidak bisa diselematkan. 

Keamanan dan Peraturan Dipertanyakan

Wulan (18) yang nyaris jadi korban kecelakaan saat dua temannya, Ammar dan Wisnu tewas tertabrak mobil di bilangan Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) dini hari lalu, mempertanyakan kejelasan peraturan dan sistem keamanan penggunaan otopet listrik GrabWheel.

Pihak pengelola Otopet GrabWheel yang saat ini digandrungi masyarakat dinilainya belum cukup memberikan pemahaman mengenai keamanan dan peraturan penggunaan GrabWheel kepada masyarakat yang hendak menyewa.

"Itu kan yang nyewa rame banget ya, pas datang jam 11 malam sebelum kejadian, kami enggak kedapatan otopet. Ada juga puluhan orang yang ngatre enggak jelas, enggak ada semacam waiting list gitu," ujar Wulan di rumah duka Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

Lalu, di seputar lokasi ia juga melihat banyaknya pengguna otopet listrik yang menggunakan alat tersebut secara berboncengan dua dan bahkan tiga orang.

Ia bersama 5 orang temannya yang lain pun juga melakukan hal serupa sebelum peristiwa nahas itu merenggut nyawa Ammar dan Wisnu.

"Kami lihat banyak yang boncengan, ya otomatis kita pikirnya boleh dong kalau kita juga boncengan. Soalnya enggak ada peraturannya juga kalau enggak boleh boncengan," katanya.

Selain itu, ia pun menyayangkan pihak pengelola yang tak mengenakan seragam sebagai penanda khusus. Hal itu menyulitkan calon pengguna apabila hendak menanyakan sesuatu.

"Kalau nyewa kan tinggal scan barcode di aplikasi. Bayarnya nanti saldo kita kepotong sendiri di aplikasinya. Jadi enggak ada pengelola yang bisa ditanya-tanya," ungkap Wulan.

Parahnya lagi, helm sebagai satu-satunya alat pelindung saat berkendara tak mencukupi jumlah unit otopet yang disewakan.

Hal itu dibuktikan dengan kejadian yang dialaminya. Dari tiga unit otopet yang ditumpangi sebanyak 6 enam orang, hanya satu orang yang mengenakan helm, yakni Bagus yang terpental sejauh 10-15 meter usai menempel di kap mobil terduga pelaku.

"Kami sewa 3 unit, dipakenya boncengan, jadi 1 unit dinaikin sama 2 orang. Pas nyewa, cuma ada 1 helm, ya itu yang dipakai si Bagus. Dia selamat karena pakai helm," tuturnya.

Ditabrak Pengemudi Toyota Camry

Dua orang pemuda, Ammar (18) dan Wisnu (18), tewas tertabrak pengendara mobil Toyota Camry bewarna hitam saat mengendarai otopet listrik GrabWheel di bilangan Jalan Pintu 1 Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) dini hari lalu.

Wanda (18) salah satu saksi mata yang merupakan teman kedua korban menceritakan, ia dan tiga orang lainnya yakni Wulan (18), Bagus (18), Fajar (18), beserta kedua korban bertolak dari kawasan Jakarta Timur menuju FX Sudirman untuk bermain GrabWheel.

"Kami berangkat Sabtu malam, jam 10 malam lah. Kenapa malam? Karena kami menghindari banyak orang yang juga mau main GrabWheel. Soalnya kan banyak yang nyewa juga. Jadi sengaja berangkat malam," kata Wanda di kediaman Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

Benar saja, ketika sampai di lokasi penyewaan, mereka tak mendapati satu pun otopet listrik yang tersisa.

Tak kehabisan akal, 6 remaja tersebut mencari tempat lain yang juga menyewakan GrabWheel.

Setelah berkeliling selama 2 jam, mereka pun kembali ke FX Sudirman dengan harapan sudah banyak otopet listrik yang dikembalikan pengguna lain.

"Enggak tahunya pas balik lagi ke FX, dapat 3 otopet jam 2 pagi, yaudah kami semuanya boncengan, terus muter-muter," ucapnya.

Kehabisan Daya Listrik

Sekira pukul 02.00 WIB, mereka mengendarai otopet listrik di Jalan Pintu 1 Senayan.

Namun, salah satu otopet yang dikendarai oleh Ammar dan Wisnu kehabisan daya listrik lantaran belum dilakukan pengisian daya.

Akhirnya, Wanda, Wulan dan Fajar berbonceng tiga untuk mengendari satu otopet, sementara Bagus dan Wisnu mengendarai otopet yang kehabisan daya dan Ammar mengendarai otopet lain untuk mendorong otopet yang ditumpangi Bagus dan Wisnu.

"Saya bertiga duluan tuh, terus Ammar narik Bagus sama Wisnu. Awalnya kami memang di atas trotoar mainnya, tapi karena mau putar balik ke FX, otomatis kami masuk ke jalanan. Posisinya sebelum Masjid Al-Bina Senayan," ujarnya.

Tak lama setelah itu, ia mendengar suara benturan keras dari arah belakang.

Sopir Mengerem Mendadak dan Langsung Kabur

Ketika menengok ke arah belakang, ia melihat Bagus menempel di kap mobil bewarna hitam tersebut.

Kemudian pengemudi mendadak mengerem kendaraannya hingga menyebabkan Bagus terpental sejauh 10-15 meter.

"Awalnya saya lihat Bagus nempel di kap, posisi mobil masih jalan kenceng, habis itu dia rem mendadak, jadinya Bagus kepental jauh mgelewatin kita yang ada di depan. Kira-kira 15 meter lah," katanya.

Melihat kejadian tersebut, Fajar yang membonceng Wanda dan Wulan sontak membanting kemudi otopet ke kiri jalan.

Di saat yang bersamaan, pengemudi mobil yang kembali memacu kendaraannya setelah Bagus terpental, nyaris menabrak mereka bertiga.

"Untung si Bagus pakai helm, kalau kami bertiga nyaris ketabrak, tapi si Fajar ngeles ke kiri jadi enggak ketabrak. Soalnya pengemudi itu kenceng di kiri jalan. Padahal di sisi kanan enggak ada mobil sama sekali," ujar Wanda.

Nasib nahas dialami Ammar dan Wisnu, mereka tertabrak hingga terlempar dan kepalanya membentur tiang beserta pagar GBK.

Saat itu pula mereka sudah tak sadarkan diri.

Pengemudi Camry hitam kemudian kabur melarikan diri.

Warga yang mengerumuni lokasi kejadian tak mampu mengejar pengendara mobil yang melaju kencang menuju arah Jalan Jenderal Sudirman.

Bagus, Ammar dan Wisnu langsung dilarikan ke RSAL Mintohardjo oleh para warga menggunakan mobil untuk mendapatkan pertolongan.

Sayangnya, Ammar dan Wisnu dinyatakan meninggal dunia pada pagi harinya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved