Breaking News:

Kecelakaan GrabWheels

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheels, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheel, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita. Dua Penyewa Otopet Listrik GrabWheel tewas ditabrak mobil di Senayan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor:
Warta Kota/Rangga Baskoro
ajar (kiri), Wanda (tengah) dan Wulan (kanan) yang merupakan saksi mata dan teman korban tewas kecelakaan GrabWheel, Ammar dan Wisnu saat ditemui di rumah duka Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). 

Namun, salah satu otopet yang dikendarai oleh Ammar dan Wisnu kehabisan daya listrik lantaran belum dilakukan pengisian daya.

Akhirnya, Wanda, Wulan dan Fajar berbonceng tiga untuk mengendari satu otopet, sementara Bagus dan Wisnu mengendarai otopet yang kehabisan daya dan Ammar mengendarai otopet lain untuk mendorong otopet yang ditumpangi Bagus dan Wisnu.

"Saya bertiga duluan tuh, terus Ammar narik Bagus sama Wisnu. Awalnya kami memang di atas trotoar mainnya, tapi karena mau putar balik ke FX, otomatis kami masuk ke jalanan. Posisinya sebelum Masjid Al-Bina Senayan," ujarnya.

Tak lama setelah itu, ia mendengar suara benturan keras dari arah belakang.

Sopir Mengerem Mendadak dan Langsung Kabur

Ketika menengok ke arah belakang, ia melihat Bagus menempel di kap mobil bewarna hitam tersebut.

Kemudian pengemudi mendadak mengerem kendaraannya hingga menyebabkan Bagus terpental sejauh 10-15 meter.

"Awalnya saya lihat Bagus nempel di kap, posisi mobil masih jalan kenceng, habis itu dia rem mendadak, jadinya Bagus kepental jauh mgelewatin kita yang ada di depan. Kira-kira 15 meter lah," katanya.

Melihat kejadian tersebut, Fajar yang membonceng Wanda dan Wulan sontak membanting kemudi otopet ke kiri jalan.

Di saat yang bersamaan, pengemudi mobil yang kembali memacu kendaraannya setelah Bagus terpental, nyaris menabrak mereka bertiga.

"Untung si Bagus pakai helm, kalau kami bertiga nyaris ketabrak, tapi si Fajar ngeles ke kiri jadi enggak ketabrak. Soalnya pengemudi itu kenceng di kiri jalan. Padahal di sisi kanan enggak ada mobil sama sekali," ujar Wanda.

Nasib nahas dialami Ammar dan Wisnu, mereka tertabrak hingga terlempar dan kepalanya membentur tiang beserta pagar GBK.

Saat itu pula mereka sudah tak sadarkan diri.

Pengemudi Camry hitam kemudian kabur melarikan diri.

Warga yang mengerumuni lokasi kejadian tak mampu mengejar pengendara mobil yang melaju kencang menuju arah Jalan Jenderal Sudirman.

Bagus, Ammar dan Wisnu langsung dilarikan ke RSAL Mintohardjo oleh para warga menggunakan mobil untuk mendapatkan pertolongan.

Sayangnya, Ammar dan Wisnu dinyatakan meninggal dunia pada pagi harinya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved