Breaking News:

Kecelakaan GrabWheels

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheels, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita

Insiden Tabrak Lari Penguna GrabWheel, Grab: Kami Menyesali dan Berduka Cita. Dua Penyewa Otopet Listrik GrabWheel tewas ditabrak mobil di Senayan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor:
Warta Kota/Rangga Baskoro
ajar (kiri), Wanda (tengah) dan Wulan (kanan) yang merupakan saksi mata dan teman korban tewas kecelakaan GrabWheel, Ammar dan Wisnu saat ditemui di rumah duka Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019). 

Pihak pengelola Otopet GrabWheel yang saat ini digandrungi masyarakat dinilainya belum cukup memberikan pemahaman mengenai keamanan dan peraturan penggunaan GrabWheel kepada masyarakat yang hendak menyewa.

"Itu kan yang nyewa rame banget ya, pas datang jam 11 malam sebelum kejadian, kami enggak kedapatan otopet. Ada juga puluhan orang yang ngatre enggak jelas, enggak ada semacam waiting list gitu," ujar Wulan di rumah duka Ammar, Jalan Pisangan Lama 2, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2019).

Lalu, di seputar lokasi ia juga melihat banyaknya pengguna otopet listrik yang menggunakan alat tersebut secara berboncengan dua dan bahkan tiga orang.

Ia bersama 5 orang temannya yang lain pun juga melakukan hal serupa sebelum peristiwa nahas itu merenggut nyawa Ammar dan Wisnu.

"Kami lihat banyak yang boncengan, ya otomatis kita pikirnya boleh dong kalau kita juga boncengan. Soalnya enggak ada peraturannya juga kalau enggak boleh boncengan," katanya.

Selain itu, ia pun menyayangkan pihak pengelola yang tak mengenakan seragam sebagai penanda khusus. Hal itu menyulitkan calon pengguna apabila hendak menanyakan sesuatu.

"Kalau nyewa kan tinggal scan barcode di aplikasi. Bayarnya nanti saldo kita kepotong sendiri di aplikasinya. Jadi enggak ada pengelola yang bisa ditanya-tanya," ungkap Wulan.

Parahnya lagi, helm sebagai satu-satunya alat pelindung saat berkendara tak mencukupi jumlah unit otopet yang disewakan.

Hal itu dibuktikan dengan kejadian yang dialaminya. Dari tiga unit otopet yang ditumpangi sebanyak 6 enam orang, hanya satu orang yang mengenakan helm, yakni Bagus yang terpental sejauh 10-15 meter usai menempel di kap mobil terduga pelaku.

"Kami sewa 3 unit, dipakenya boncengan, jadi 1 unit dinaikin sama 2 orang. Pas nyewa, cuma ada 1 helm, ya itu yang dipakai si Bagus. Dia selamat karena pakai helm," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved