Breaking News:

UPDATE Korban Penyerangan Teror Cairan Kimia Selalu Warga Biasa, Ini Pengamatan Kriminolog

Nenek Sakinah (60) tidak menduga mendapat serangan cairan kimia dari orang tidak dikenal.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota
Sakinah menunjukan luka bakar akibat cairan kimia yang disiram orang tidak dikenal 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Desy Selviany

MERUYA, WARTAKOTALIVE.COM - Nenek Sakinah (60) tidak menduga mendapat serangan cairan kimia dari orang tidak dikenal.

Padahal selama ini, Nenek Sakinah hanyalah warga biasa yang tinggal di kontarkan petak, Meruya Utara, Jakarta Barat.

Dikunjungi Senin (11/11/2019) Nenek Sakinah tinggal di sebuah kontrakan sederhana.

Hanya ada gerobak sayur di depan kontrakan petaknya.

Gerobak sayur itu sudah ludes. Nenek Sakinah mengaku sengaja membuang seluruh sayur dagangannya usai mendapatkan serangan cairan kimia di Komplek Taman Aries, Jakarta Barat.

"Kata polisi sayurannya harus dibuang semua, karena takut sudah terkontaminasi cairan beracun," kata Nenek Sakinah kepada perwarta.

Ia pun mengaku bingung mencari modal tambahan karena kejadian kriminal tersebut.

Nenek Sakinah sudah berprofesi sebagai tukang sayur lebih dari 30 tahun di wilayah tersebut.

Selama berjualan Nenek Sakinah tidak pernah mendapatkan masalah berarti.

"Selama ini baik-baik saja, tidak pernah ada yang sirik sama saya, 30 tahun baik-baik saja," kata Nenek Sakinah.

Nenek Sakinah pun heran dengan kejadian kriminal yang pertama kali dialaminya itu.

Apalagi kata Sakinah, ia diserang dengan cairan kimia.

Sampai saat ini Polsek Kembangan masih bungkam saat ditanyai penyerangan cairan kimia tersebut.

Kapolsek Kembangan AKP Fachrul Sugiana tidak menjawab saat dihubungi melalui sambungan telpon Senin siang.

Kriminolog Universitas Indonesia Achmad Hasyim mengaku aneh melihat kasus penyerangan beruntun yang menimpa warga Jakarta Barat.

Pasalnya kata Hasyim dilihat dari latar belakang, korban merupakan warga biasa.

Namun penyerangan dilakukan dengan cairan kimia yang sulit didapatkan.

"Ini janggal juga, serang warga biasa kok pakai cairan kimia, kan tidak mudah mendapatkannya," kata Hasyim saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Selain itu kata Hasyim, ketiga korban juga merupakan warga kalangan biasa yang tidak memiliki pengaruh di publik.

"Apalagi korban juga bukan pejabat publik, tapi kok senjata yang digunakan cenderung senjata mewah," kata Hasyim.

Hasyim mengingatkan publik untuk waspada.

Dikhawatirkan akan ada serangan ketiga mengingat dua serangan sebelumnya tidak terpantau jelas oleh CCTV.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya penyerang tiga wanita di Jakarta Barat diduga ingin serangannya eksis dilihat publik.

Hal itu terlihat dari tempat kejadian perkara (tkp) yang ramai dan terpantau CCTV.

Kriminolog Achmad Hisyam mengatakan patut diduga serangan beruntun yang terjadi di Jakarta Barat memang dilakukan hanya untuk disorot publik.

Pasalnya kata Hisyam, kedua penyerangan tersebut dilakukan di tempat ramai dan terpantau CCTV.

"Khawatir penyerangan pertama dianggap gagal karena CCTV tidak nyala karena gak ada rekaman kemudian dilakukan penyerangan kedua," kata Hisyam saat dihubungi lewat sambungan telepon Senin (11/11/2019).

Khawatirnya kata Hisyam, akan ada aksi ketiga karena kedua CCTV terbukti tidak terpantau dengan jelas.

"Dan kejadian kedua CCTV gak nyala, jadi khawatir akan ada serangan ketiga agar benar terlihat jelas," kata Hisyam.

Hisyam sendiri tidak mau berspekulasi jauh terkait motif penyerangan beruntun tersebut.

Namun kata Hisyam, patut diduga penyerangan yang muncul untuk menggiring kasus Novel Baswedan.

"Tapi jangan sampai kalau tersangka tertangkap itu di pukul rata sama dengan tersangka yang menyiram Novel Baswedan," kata Hisyam.

Kedua kasua penyerangan menggunakan cairan kimia di Jakarta Barat memang memiliki kesamaan.

Penyerangan tersebut dilakukan di ruang terbuka yang ramai.

Misalnya saja untuk korban dua siswi SMP PN dan AE, kejahatan dilakukan di Jalan Kebon Jeruk Raya.

Dimana lokasi hanya berjarak kurang seratus meter dari Kapolsek dan Puskesmas Kebon Jeruk.

Di rumah dekat tkp juga ternyata terdapat CCTV.

Pun dengan korban ketiga penyerangan dilakukan di perempatan Komplek Taman Aries.

Bahkan persis di depan Pos Keamanan Komplek.

Di perempatan tersebut juga terdapat beberapa CCTV.

Sayangnya CCTV komplek mati yang ada hanya CCTV milik warga yang tidak merekam jelas motor dan wajah pelaku.

Pelaku penyerangan ketiga korban juga mirip.

Yakni sama-sama tidak memakai helm dan penutup kepala. Juga hanya membawa sepeda motor. (m24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved