Breaking News:

Aplikasi Mitigasi Bencana

Melalui Aplikasi BABAT, Pelajar JIS Ini Ajak Masyarakat untuk Mitigasi Bencana

Melalui Aplikasi BABAT, Pelajar JIS Michael Mulianto Ini Ajak Masyarakat untuk Mitigasi Bencana. Dalam waktu dekat Michael bekerja sama dengan BNPB

Warta Kota/Joko Supriyanto
Ssiswa SMA Jakarta Intercultural School (JIS), Michael Mulianto yang berhasil membuat aplikasi BABAT untuk bantuan bencana. 

Melalui Aplikasi BABAT, Pelajar JIS Michael Mulianto Ini Ajak Masyarakat untuk Mitigasi Bencana. Dalam waktu dekat Michael bekerja sama dengan BNPB mengembangkan Aplikasi BABAT.

Secara geografis wilayah Indonesia diapit tiga lempengan dunia yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif. Oleh karena itu Indonesia diintai resiko terjadinya bencana sewaktu-waktu.

Bahkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sebanyak 4.231 korban meninggal dunia hingga tiga juta penduduk harus mengungsi akibat bencana alam selama tahun 2018.

Atas hal ini, perlu perlu adanya edukasi dan sosialisasi lebih jauh terkait penanganan bencana, yang tidak hanya fokus pada respon darurat, melainkan lebih pada penanganan secara menyeluruh.

Menginggat kondisi ini, seorang siswa SMA Jakarta Intercultural School (JIS), Michael Mulianto mencoba membuat sebuah aplikasi bernama BABAT untuk mitigasi bencana kepada masyarakat.

Aplikasi yang sudah dapat diunduh di Playstore ini berfungsi untuk memberikan informasi langkah-langkah panduan kepada pengunanya tentang cara bertindak mengatasi beberapa jenis bencana.

Michael Mulianto awal mula pembuatan aplikasi ini karena melihat jumlah korban akibat bencana yang terjadi di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain. Sehingga hal ini menandakan bahwa perlu adanya mitigasi bencana kepada masyarakat.

"Jadi program ini dipakai sebelum atau saat bencana alam itu terjadi. Karena saya research bahwa Indonesia itu banyak terefek bencana dibandingkan negara lain," kata Michael, Senin (11/11/2018).

Siswa yang masih duduk di kelas 3 ini, mengatakan dari efek bencana yang lebih banyak dibandingkan dengan negara lain, disebabkan karena masyarakat tidak pernah diajarkan bagaimana beraksi saat ada bencana alam.

"Jadi saya buat aplikasi ini itu untuk masyarakat kita agar tahu bahwa jika ada bencana alam itu harus melakukan apa saja. Misalnya ada tsunami disertai gempa mereka justru datang ke pantai, jadinya mereka kena efeknya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved