Breaking News:

Partai Politik

Dibentuk Partai Gelora, Fahri Hamzah Buat Sajak Soal Kelahiran dan Kematian

Fahri Hamzah tulis sajak soal kelahiran dan kematian' atas bergabungnya petinggi PKS ke dalam Partai Gelora

instagram @fahrihamzah
Deddy Mizwar, Anais Matta, Mahfudz Siddiq dan Fahri Hamzah menghadiri acara Partai Gelora di kawasan Kemang, Mampang, Jakarta Selatan pada Minggu (10/11/2019). 

Sejumlah petinggi PKS akhirnya berkumpul dan membentuk Partai Gelombang Rakyat atau Gelora.

Kelahiran Partai Gelora yang bertepatan dengan Peringatan Hari pahlawan, yakni pada tanggal 10 November 2019 itu pun dilengkapi Fahri Hamzah lewat sajak berjudul 'Bangsa dan pahlawan: Tentang Kelahiran dan Kematian'.

Sajak itu terlihat dalam status instagramnya, @fahrihamzah; pada Minggu (10/11/2019) malam.

Dalam sajak yang diunggahnya, Fahri Hamzah menggambarkan tentang makna kelahiran dan kematian yang ditandai dari dekatnya penetapan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

Tak Bisa Dipungkiri, Logo Partai Gelora dan Perindo Mirip, Begini Penjelasan Anis Matta

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dianalogikan sebagai hari kelahiran itu katanya menjadi tanda kebangkitan pemuda.

Sedangkan Peringatan Hari Pahlawan merupakan tanda pengorbanan luhur kepada bangsa dan negara.

"Begitu dekat, jarak Sumpah Pemuda dengan Hari Pahlawan, begitu dekat maknanya. Setelah lahir menjadi diri sendiri dalam hari Sumpah Pemuda, hari ini aku mati demi bangsaku. Telah lama aku dikubur, walau kau tak tahu kuburku dimana, tetapi harumku semerbak takkan punah. Harumku hidup pada setiap zaman dan karena aku lahir kembali pada setiap zaman," tulis Fahri Hamzah mengawali postingan.

Deretan Mantan PKS yang Tersisih dari Anis Matta Sampai Fahri Hamzah Gabung Partai Gelora

Fahri Hamzah pun mengutip Surat Ali Imron ayat 169 yang berbunyi, 'Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki'.

Sebab menurutnya, lewat pengorbanan hingga kematian para pahlawan, generasi muda dapat hidup dan bekerja membangun bangsa hingga saat ini.

"Dan, karena mereka hidup di sisi Tuhan lalu kita pun mendapat rizki menjadi bangsa yang beruntung. Dalam Sumpah Pemuda, kita peringati betapa pentingnya kelahiran dan dalam Hari Pahlawan kita peringati betapa pentingnya kematian. Kematianlah yang telah memberi kita kehidupan yang baik," ungkap Fahri Hamzah.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved