Percepatan Pembangunan Kota Depok, Delapan Kali Berturut-turut Meraih WTP

DEPOK--SEJAK dilantik menjadi Wali Kota Depok pada tanggal 17 Februari 2016, Mohammad Idris telah mengantarkan kota Depok meraih berbagai penghargaan.

Percepatan Pembangunan Kota Depok, Delapan Kali Berturut-turut Meraih WTP - pemkotdepok10.jpg
dok.diskominfo kota depok
Wali Kota Depok Mohammad Idris (kanan) tengah memantau proyek renovasi salah satu stadion di wilayahnya. Pemkot Depok dalam tiga tahun terakhir mempercepat pembangunan fisik untuk kebutuhan warganya.
Percepatan Pembangunan Kota Depok, Delapan Kali Berturut-turut Meraih WTP - pemkotdepok11.jpg
dok.diskominfo kota depok
Wali Kota Depok Mohammad Idris berbincang kepada salah satu pedagang di pasar tradisional. Sejak me jadi pimpinan Kota Depok, Mohammad Idris telah merevitalisasi lima pasar, pembangunan satu pasar baru, serta menyediakan 632 kios/los bagi UMKM.
Percepatan Pembangunan Kota Depok, Delapan Kali Berturut-turut Meraih WTP - pemkotdepok12.jpg
dok.diskominfo kota depok
Pemerintah Kota Depok berusaha memberikan fasilitas memadai bagi pejalan kaki dengan memperbaiki trotoar jalan. Agar para pedestrian nyaman dan aman saat berjalan kaki. Tampak Wali Kota Depok, Mohammad Idris memberi arahan kepada jajaranya terkait perbaikan trotoar.

DEPOK--SEJAK dilantik menjadi Wali Kota Depok pada tanggal 17 Februari 2016, Mohammad Idris telah mengantarkan kota Depok meraih berbagai penghargaan.

Selama kurun waktu tiga tahun (periode Februari 2016–September 2019) tersebut, Kota Depok mendapat banyak penghargaan di antaranya adalah satu penghargaan Tingkat Internasional dari Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention (APCAT) Award 2019. Penghargaan ini diperoleh atas keberhasilan Mohammad Idris dalam Penerapan Pelarangan Iklan Tembakau dan Tampilan Produk-Produk Tembakau pada Lokasi Penjualan).

Kemudian 46 penghargaan tingkat nasional, 34 penghargaan tingkat provinsi, dan 10 penghargaan dari lembaga lainnya. Jika dirata-rata kan dalam sebulan dua kali penghargaan diraih selama kepemimpinan Wali Kota Mohammad Idris.

Salah satu penghargaan yang paling bergengsi adalah Piala adipura. Pasalnya, sejak dilahirkannya Kota Depok pada tahun 1999, baru pada masa kepemimpinan Mohammad Idris, Kota Depok mampu meraih Piala Adipura yaitu pada tahun 2017. Piala tersebut merupakan piala pertama yang diterima oleh Kota Depok.

Dalam bidang pengelolaan dan penyelenggaraan pelayanan transportasi, di bawah kepemimpinan Mohammad Idris, Depok mampu meraih penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Tanpa Catatan pada Tahun 2019.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian mencakup bidang lalu lintas, angkutan umum, sarana transportasi darat, prasarana transportasi darat, dan umum.

Sementara itu, dalam bidang transparansi keuangan, Kota Depok mampu mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 8 kali berturut-turut. Perolehan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah yang mampu mengelola keuangan daerahnya secara baik.

Pembangunan Alun-alun
Mohammad Idris pun menunaikan janjinya kepada warga Kota Depok saat kampanye pilkada. Salah satunya adalah pembangunan alun-alun.

Pembangunan alun-alun Kota Depok belum lama ini merupakan salah satu bentuk realisasi janji kampanye Mohammad Idris. Sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau dan sarana interaksi warga, alun-alun Kota Depok yang berada di kawasan GDC memiliki luas 3,6 hektar yang terbagi dalam 3 Zona ;

(1) Zona interaksi sosial untuk mewadahi kegiatan masyarakat,
(2) Zona budaya dan pendidikan menampilkan nuansa budaya, kesenian, serta sebagai upaya mencerdaskan warganya,
(3) Zona ekonomi akan dibangun tempat griya pameran makanan dan konsultasi kemasan produk UMKM.

Pada pembangunan tahap pertama yang rampung tahun 2019 ini, alun-alun Kota Depok memiliki fasilitas berupa Track sepeda BMX / skateboard, jogging track, lapangan basket, wahana wall climbing, lapangan futsal, tempat pertunjukan seni dan budaya, pojok literasi, pojok ramah anak, ruang menyusui, serta disediakan area khusus untuk difabel, ibu hamil dan lansia, toilet nyaman, dan area parkir.

Setelah menyelesaikan pembangunan tahap pertama, Pemkot Depok akan langsung merampungkan pembangunan tahap akhir yang meliputi pintu masuk utama, area penurunan penumpang, shelter bus, dinding mural, prakir pengelola, jembatan utama, kolam retensi, panggung mengapung, area duduk (amphitheater), pendopo, taman bermain anak, taman lansia, galeri UMKM, green house, co-working space, dan menara pandang


Taman Terpadu
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap ruang terbuka hijau dan ruang publik, sampai awal 2019 Pemerintah Kota Depok telah membangun 30 Taman Kelurahan terpadu dengan total luas 130.322 meter peesegi, di mana15 taman di antaranya dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota Mohammad Idris.

Pembangunan taman kelurahan terpadu akan terus dilaksanakan sampai tahun 2021. Nantinya, 63 kelurahan memiliki satu taman terpadu bagi warganya.

Selain taman kelurahan terpadu, Pemerintah Kota Depok pun telah merampungkan 17 Taman Jalur dengan total luasan 57.596 meter persegi, 10 Taman Pulau Jalan dengan total luasan 1.500 meter persegi, serta 118 taman RT/RW dengan total luasan 6.140 meter persegi.

Pembangunan di Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, Mohammad Idris telah memberikan sejumlah bantuan kepada 27.538 siswa/I tingkat SD/MI, 10.496 siswa/I tingkat SMP/Mts, 1.610 siswa/I tingkat SMA/SM/MA, 5.945 guru swasta TK/PAUD, 504 Guru swasta PKBM, 97 Guru swasta SLB, 3.491 guru swasta SD/MI, 2.892 guru swasta SMP/MTS, 1.621 guru honorer SD, dan 216 Guru honorer SMP.

Selain memberikan bantuan kepada siswa miskin dan para guru, dalam periode kepemimpinannya, Mohammad Idris pun telah membangun sejumlah sarana pendidikan, baik pembangunan sebanyak 40 Ruang Kelas Sekolah Dasar, 3 Kelas Baru SMP, renovasi 19 Sekolah SD, renovasi 12 SMP Negri, pembanguan SMPN baru, membangun Gedung PGRI Kota Depok, serta gedung Pramuka sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan

Pelayanan Kesehatan
Di bidang kesehatan, janji Wali Kota Kota Depok Mohammad Idris difokuskan pada:

1. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) wilayah timur. Untuk membangun RSUD wilayah timur, Pemkot Depok telah membeli lahan di daerah Tapos serta akan merampungkan DED (Design Enginering Detail) nya di tahun 2019

2. Pelayanan Puskesmas Rawat Inap 24 Jam di setiap Kecamatan.

Selain fokus terhadap dua prioritas pembangunan di bidang kesehatan, Pemkot Depok telah berhasi membangun gedung baru RSUD Sawangan serta 8 Gedung Puskesmas Baru yakni Puskesmas Cilodong, Puskesmas Harjamukti, Puskesmas Mampang, Puskesmas Ratujaya, Puskesmas Pondok Sukmajaya, Puskesmas Kedaung, Puskesmas Rangkapanjaya, dan Puskesmas Pasir Putih. Selain itu, sebanyak 20 puskesmas lainnya telah dilakukan renovasi.

Revitalisasi Pasar dan Stadion
SELAMA tiga tahun memimpin Kota Depok, Mohammad Idris telah merevitalisasi lima pasar yang ada di Kota Depok, pembangunan satu pasar baru, serta menyediakan 632 kios/los bagi UMKM. Kios/los tersebut akan terus ditambah sampai 1.000 unit.

Yang menarik, program revitalisasi berlanjut ke sarana olahraga. Ada dua stadion yang direvitalisasi, yakni :

1. Stadion Merpati
Sejak dibangunnya Stadion Merpati, baru pada masa Pemerintahan Mohammad Idris stadion ini mendapatkan perhatian yang serius serta mengalami renovasi yang signifikan. Secara umum stadion ini mampu menampung 3.000 penonton.

2.Stadion Mahakam
Perbaikan Sradion Mahakam ini tak lepas dari lobi Mohammad Idris ke Pemprov Jawa Barat. Renovasi stadion Mahakam dilanjutkan pengerjaannya pada tahun 2018 yang sebelumnya sempat mangkrak selama tiga tahun.

Peningkatan Insentif RT, RW dan LPM
Sampai dengan tahun 2018, Pemerintah Kota Depok telah menyalurkan Dana insentif kepada kepada 5.223 orang ketua RT, 908 orang Ketua RW, dan 63 LPM di setiap kelurahan.
Insentif juga diberikan kepada pembimbing Rohani. Jumlah pembimbing rohani yang diberi insentif adalah sebanyak 200 orang yang terdiri dari pembimbing Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
Guna meningkatkan kinerja para kader Posyandu dan Posbindu, Pemerintah Kota Depok telah menyalurkan insentif kepada 10.200 Kader Posyandu dan 3.720 kader Posbindu.

Pembangunan Sentra Industri Kreatif
Dalam rangka mendorong ekonomi kreatif dan wirausahawan mandiri, Pada masa kepemimpinan Mohammad Idris, Pemerintah Kota Depok telah mencanangkan program pembangunan sentra industri kreatif berupa balai kreatif, rumah kemasan, dan griya pamer.
Pembangunan sentra industri kreatif tersebut direncanakan akan dibangun di kawasan Alun-alun Kota Depok.

Sebelum sentra industri kreatif rampung, Pemkot Depok telah membangun Gedung Dekranasda dan mengoptimalkan griya pamer UMKM yang berada di ITC Depok sebagai griya pamer.

Pemkot Depok juga berencana membangun Pusat Kreasi Rakyat dan Panggung Budaya & Kreatif, di kawasan alun-alun Kota Depok.

Sebelum sarana tersebut rampung, Pemkot Depok Depok telah merenovasi Balai Rakyat Beji, Balai Rakyat Depok II, dan Gedung Serbaguna Kelurahan Depok Jaya yang dapat digunakan oleh masyarakat. (ADV)

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved