Berita Daerah

Ada Kejadian Guru Memaksa Murid Melakukan Threesome, KPAI: Proses Perekrutan Guru Jadi Perhatian

Kejadian tersebut disayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Guru yang seharusnya melindungi justru menjerumuskan muridnya.

Ada Kejadian Guru Memaksa Murid Melakukan Threesome, KPAI: Proses Perekrutan Guru Jadi Perhatian
net
Ilustrasi 

Perlakuan menyimpang di sektor pendidikan kembali terjadi. Kali ini terjadi di Buleleng, Bali, yang dipicu aksi negatif guru.

Guru honorer bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih mengajak murid berinisial V untuk melakukan hubungan seks bertiga (threesome).

Kiri ke kanan: Komisioner KPAI Putu Elvina (kiri), Jasra Patra, Ketua KPAI Susanto, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, dan Komisioner KPAI Retno Listyarti.
Kiri ke kanan: Komisioner KPAI Putu Elvina (kiri), Jasra Patra, Ketua KPAI Susanto, Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, dan Komisioner KPAI Retno Listyarti. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Hubungan itu dilakukan bersama pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Buleleng, Anak Agung Putu Wartayasa.

Kejadian tersebut disayangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Guru yang seharusnya melindungi justru menjerumuskan muridnya.

"Kami menyayangkan kejadian tersebut. Guru merupakan pelindung utama bagi peserta didik," kata Ketua KPAI Susanto kepada Tribunnews.com, Jumat (8/11/2019).

Guru Honorer SMK Paksa Muridnya Ikutan Threesome Bersama Pacar Selingkuhan, Diimingi Beli Kebaya

Siswa SMP Dipukuli Pakai Kayu di Dalam Kelas, Ibu Guru Hanya Diam dan Main HP, Ini Kata Paman Korban

Guru Honorer SMK Paksa Muridnya Ikutan Threesome Bersama Pacar Selingkuhan, Diimingi Beli Kebaya

Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian dalam proses seleksi dan penerimaan guru agar kejadian menyimpang tersebut tidak kembali terulang.

"Hal ini menjadi pelajaran pentingnya memperketat rekrutmen pendidik agar jaminan keamanan dan kenyamanan peserta didik semakin baik," kata Susanto.

KPAI juga menyarankan sistem sekolah diperketat agar guru tidak mempunyai celah untuk melakukan sesuatu yang negatif.

Ketua KPAI Susanto.
Ketua KPAI Susanto. (Kompas TV)

"Sistem sekolah harus terbangun untuk memastikan tidak ada potensi oknum guru melakukan tindakan tidak wajar pada anak," ucap Susanto.

Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada 26 Oktober lalu dan dilaporkan oleh orangtua V, Rabu (6/11/2019).

Berangkat dari laporan itu, polisi menciduk Wartayasa dan Darmaningsih. Belakangan diketahui Darmaningsih memiliki hubungan perselingkuh dengan Wartayasa.

Guru dan Siswa Tewas Tertimpa Atap Bangunan SD Ambruk, KPAI Pertanyakan Keseriusan Sekolah Aman

Peminat Layanan Ruangguru Tembus Hingga 13 Juta Orang

Kejadian bermula saat korban V diminta pelaku Darmaningsih menemaninya ke tempat Wartayasa.

Setibanya di indekos, kedua pasangan ini mulai melakukan perbuatan tidak senonoh di hadapan V. V kemudian dipaksa bergabung melakukan hubungan seksual.

Ilustrasi
Ilustrasi (Warta Kota)

Akibat perbuatannya, Darmangingsih dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan Wartayasa disangka melakukan tindak pidana persetubuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 ayat (1), (2) UU Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, serta denda Rp 5 miliar.

Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved