Jakarta Tempo Dulu

Saat Pejabat Batavia Pindah ke Weltevreden, Bangunan Putih Bermunculan di Sekitar Lapangan Banteng

Mereka membangun rumah-rumah besar putih sebagai rumah peristirahatan alias villa di Weltevreden, sekarang di sekitar wilayah Jakarta Pusat.

Repro dari Buku Jakarta: Sejarah 400 Tahun (Susan Blackburn)
Lapangan Waterloo (kini Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat), di Weltevreden sekitar tahun 1840. Orang-orang Eropa berkumpul di sekeliling band militer yang sedang bermain. Tampak istana yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels yang kini menjadi Gedung Departemen Keuangan. Foto diambil dari JJ van Braan, Vues de Java, Amsterdam. 

Jalan Prapatan dan Jalan Kebon Sirih itu sekarang juga sebagai jalur penghubung timur-barat di Jakarta Pusat.

Pemilik berikutnya, Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1704-1761), membangun rumah mewah di tikungan Sungai Ciliwung.

Mossel juga menggali Kali Lio menjadi kanal untuk memudahkan sekoci kecil mengangkut kebutuhan pasar.

Pada 1767, Weltevreden dibeli Gubernur Jenderal Van der Parra.

Sejak masa itu, Weltevreden menjadi tempat kedudukan resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Selain itu, markas militer juga dibangun di kawasan Weltevreden.

Mengenal Lebih Dekat Karya Seni Rupa Seniman Indonesia dan Mancanegara di Galeri Nasional Indonesia

Daerah sekitar Istana Weltevreden (di sekitar Pasar Senen dan Lapangan Banteng sekarang) pada awal abad ke-19 sudah menggantikan kota sebagai pusat militer dan pemerintahan.

Tak lama setelah Overstratern memutuskan untuk membangun markas militer baru, 12 batalion Perancis tiba dari Pulau Mauritius.

Para tentara itu ditempatkan di wilayah antara Jalan Dr Wahidin dan Kali Lio. Sampai beberapa tahun lalu. daerah bekas Jalan Siliwangi I-V masih merupakan daerah perumahan personel militer.

Pada awal pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1809),  mulai membangun satu istana besar dan megah di Lapangan Banteng yang kini menjadi Gedung Departemen Keuangan.

Daendels menjadikan istana tersebut sebagai pusat ibu kota baru Batavia di Weltevreden.

Istana dirancang oleh Kolonel JC Schultze.

Bahan bangunannya diambil dari benteng lama atau Kasteel Batavia yang mulai dirobohkan pada tahun 1809.
Bangunan Istana baru dapat diselesaikan pada 1826.

Rumah-rumah putih yang dibanguna di Weltevreden masih tampak megah hingga saat ini seperti Gedung Mahkamah Agung dan Gedung Departemen Keuangan. 

Sumber : Jakarta: Sejarah 400 Tahun (Susan Blackburn, penerbit Masup Jakarta 2011), dan Bappedajakarta.go.id

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved