Jakarta Tempo Dulu

Saat Pejabat Batavia Pindah ke Weltevreden, Bangunan Putih Bermunculan di Sekitar Lapangan Banteng

Mereka membangun rumah-rumah besar putih sebagai rumah peristirahatan alias villa di Weltevreden, sekarang di sekitar wilayah Jakarta Pusat.

Repro dari Buku Jakarta: Sejarah 400 Tahun (Susan Blackburn)
Lapangan Waterloo (kini Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat), di Weltevreden sekitar tahun 1840. Orang-orang Eropa berkumpul di sekeliling band militer yang sedang bermain. Tampak istana yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels yang kini menjadi Gedung Departemen Keuangan. Foto diambil dari JJ van Braan, Vues de Java, Amsterdam. 

Weltevreden pada masa itu berada di luar kota Batavia.

Menikmati 500 Karya Seni Rupa di Museum Seni Rupa dan Keramik

Kemudian, pada tahun 1657, satu benteng kecil disebut Noodwijk didirikan tidak jauh dari Jalan Pintu Air Raya dan pekarangan Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Keberadaan benteng tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan laskar Mataram dan patroli tentara Banten yang masih banyak saat itu menggempur Batavia.

Pemilik tanah Pavilijoun berikutnya yakni Cornelis Chastelein--anggota dewan Hindia-Belanda (1693).

Chastelein merupakan orang pertama di Indonesia yang berusaha mengembangkan perkebunan kopi di tengah-tengah Kota Jakarta.

Rumah-rumah peristirahatan dibangun di tanah yang kini ditempati Rumah Sakit Angkatan Darat, Senen, Jakarta Pusat.

Tempat itu dinamai Weltevreden, artinya benar-benar puas.

Kemudian, nama Weltevreden diberikan hampir seluruh daerah di Jakarta Pusat sekarang sampai masa pendudukan Jepang (1942).

Sejarah Indonesia dalam Secangkir Kopi di Warung Koffie Batavia Dipadu Menu Ala Indonesia-Belanda

Pada tahun 1733, Justinus Vinck membeli tanah luas Weltevreden dan membuka dua pasar besar yakni Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang.

Selanjutknya,  pada tahun 1735, Justinus Vinck menghubungkan kedua pasar tersebut dengan jalan yang kini disebut Jalan Prapatan dan Jalan Kebon Sirih.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved