Konser Musik

Pedangdut Via Vallen hingga Zaskia Gotik Bergoyang di International Jatiluhur Jazz Festival 2019

Acara The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan digelar di Waduk Jatiluhur selama 2 hari, yakni 30 November hingga 1 Desember 2019.

Pedangdut Via Vallen hingga Zaskia Gotik Bergoyang di International Jatiluhur Jazz Festival 2019
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Penyanyi dangdut populer Via Vallen di malam penganugerahan Indonesian Dangdut Awards 2019 di Studio Emtek, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2019). 

Untuk pertama kali, Bendungan Ir H Djuanda yang dikenal Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan digoyang aksi puluhan artis dan musisi jazz Indonesia dan mancanegara.

Acara The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 akan digelar di Waduk Jatiluhur selama 2 hari, yakni 30 November hingga 1 Desember 2019.

Pertunjukkan musik jazz yang diinisiasi Jasa Tirta II ini mengolaborasikan musik dari beberapa genre dengan sentuhan jazz dari para musisi ternama.

Peserta The First Jatiluhur Stand Up Paddle & Kayak Exhibition 2019 sedang melakukan eksibisi di Waduk Jatiluhur,  Purwakarta, Jawa Barat,  Minggu (14/7/2019).
Peserta The First Jatiluhur Stand Up Paddle & Kayak Exhibition 2019 sedang melakukan eksibisi di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019). (Wartakotalive.com/Hironimus Rama)

Festival jazz ini diadakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara ke Purwakarta.

Ajang tersebut sekaligus digelar untuk memberikan sarana ekspresi budaya melalui musik jazz dan etnik serta sarana hiburan bagi masyarakat.

Saefudin Noer, Direktur Utama Jasa Tirta II, menyampaikan, The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 menjadi program unggulan Jasa Tirta II untuk mempromosikan pariwisata melalui music tourism.

Menikmati Musik Jazz Sambil Menginap di Rumah Warga di Borobudur, Tonton Balkonjazz Festival 2019

PT KAI Menghadirkan Musik Jazz di Stasiun Gambir dan Lima Stasiun di Pulau Jawa

"Pertunjukan ini sekaligus sarana meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," kata Saefudin Noer dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Jumat (8/11/2019).

Acara The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 berskala international ini digelar di kawasan Pelabuhan Biru yang memberi suasana alam ditepi waduk dengan semilir angin sore dan malam hari.

Tidak hanya ditemani pemandangan penggunungan yang indah, pertunjukan musik tersebut juga semakin cantik karena hadirnya Morning Glory sebagai ikon Waduk Jatiluhur.

Morning Glory yang merupakan menara pelimpah air termegah di dunia ini sekaligus akan menjadi landscape festival melengkapi sajian musik penuh inovasi dan improvisasi.

Waduk yang berusia 52 tahun tersebut telah berubah dari yang penuh gulma menjadi perairan eksotis dan beragam manfaat sehingga senantiasa terjaga fungsi teknis waduk untuk ketahanan air nasional.

"Kami sudah bekerja keras menata dan menjaga kebersihan Waduk Jatiluhur agar manfaatnya dapat terus dinikmati dan mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan waduk," kata Saefudin Noer.

Kampanye Menjaga Lingkungan

Tema The 1st International Jatiluhur Jazz Festival tahun pertama ini, yakni Green, Water and Life, menjadi bagian kampanye untuk menjaga lingkungan dan air bagi kehidupan.

Selain Dwiki Dharmawan World Peace Project feat Steve Thornton, sejumlah artis dan musisi jazz Indonesia yang siap beraksi di Waduk Jatiluhur itu antara lain Wizzy, Syaharani & Queenfireworks, Java Jive hingga Mus Mujiono, Krakatau, 57kustik, dan Moccondoss 40, serta Selaawi Ethnic Ensemble.

Ikut beraksi pula Ermy Kullit, Indro Hardjodikoro feat Kayla, Farabi Big Band feat Ita Purnamasari, Idea Percussion, Uban Project, Marcell, sampai pedangdut Via Vallen dan Zaskia Gotik.


Dwiki Dharmawan, Direktur Artistik Festival, mengatakan, The 1st International Jatiluhur Jazz Festival akan menyuguhkan musik jazz dari straight ahead sampai funk dan memberi ruang ekspresi musik tradisional.

Tiket pertunjukan The 1st International Jatiluhur Jazz Festival ini dibanderol Rp 125.000 per hari regular (1 day pass) untuk tiket Green.

Sedangkan tiket Water senilai Rp 150.000 (two days pass), serta tiket Life khusus untuk pelajar dan mahasiswa senilai Rp 100.000 (two days pass).

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved