Penembakan

KRONOLOGI Sementara Dua Polisi Donggala Tertembak, Kini Masih Dirawat Intensif

Dua anggota Polsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah yang tertembak, dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Jumat (8/11/2019) siang.

KRONOLOGI Sementara Dua Polisi Donggala Tertembak, Kini Masih Dirawat Intensif
Tribun Pontianak
ILUSTRASI 

Ia juga mengiyakan bahwa pelaku sudah diamankan.

Sebelumnya, uraian laporan peristiwa yang beredar di kalangan wartawan, termasuk Wartakotalive, menyebutkan Brigadir Rangga Tianto (32), menembak Bripka Rachmat Effendy (41).

Bripka Rachmat Effendy disebut bertugas di Samsat Polda Metro Jaya. Sedangkan Brigadir Rangga Tianto, berdasarkan foto yang beredar, berdinas di Baharkam Mabes Polri. 

Bak kerasukan setan, Brigadir Rangga Tianto menembak Bripka Rachmat Effendy secara membabi buta hingga tujuh kali tembakan.

 Suami Capek Kerja, Istri Malah Asyik Selingkuh di Hotel Lalu Digerebek Rekan Suami

Ketujuh kali tembakan itu disebut mengenai bagian dada, leher, paha, dan perut, sehingga korban meninggal di tempat.

Dalam uraian laporan disebutkan, peristiwa polisi tembak polisi itu bermula saat Bripka Rachmat Effendy menangkap pelaku tawuran, Fahrul Zachrie, dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis, Kamis sekitar pukul 20.30 WIB.

Bripka Rachmat Effendy yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan Fahrul Zachrie ke bagian SPK Polsek Cimanggis.

 Moeldoko Bilang Jokowi-Maruf Amin Bakal Didukung Koalisi Plus-plus

Laporan diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.

Selain menggiring Fahrul Zachrie, Bripka Rachmat Effendy yang kala itu berpakaian bebas, turut membawa barang bukti celurit yang digunakan Fahrul Zachrie untuk tawuran.

Naik Pitam

Tak lama kemudian, masih berdasarkan laporan itu, orang tua Fahrul Zachrie, Zulkarnaen (46), datang ke Polsek Cimanggis.

Tak sendiri, Zulkarnaen turut mengajak Brigadir Rangga Tianto, yang juga berpakaian nondinas, untuk menemani.

Zulkarnaen dan Brigadir Rangga Tianto tertulis sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

 Mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Duga Kivlan Zen Masuk Jebakan

Setelah sama-sama bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir Rangga Tianto meminta agar Fahrul Zachrie jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir Rangga Tianto dibalas Bripka Rachmat Effendy dengan nada bicara tinggi.

"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka Rachmat Effendy, dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga Tianto, seperti tersebut dalam laporan.

 TOK! DPR Setujui Jokowi Ampuni Baiq Nuril

Suara tinggi Bripka Rachmat Effendy rupanya membuat Brigadir Rangga Tianto naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Brigadir Rangga Tianto langsung menghampiri Bripka Rachmat Effendy di ruangan SPK.

Ia lalu mengeluarkan pistol, lalu menembakkannya ke arah Bripka Rachmat Effendy sebanyak tujuh kali.

 Kuasa Hukum: Penahanan Soenarko Ditangguhkan, kenapa Kivlan Zen Tidak?

Peluru tersebut bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka Rachmat Effendy, hingga korban tewas seketika.

Disebutkan pula senjata api yang digunakan Brigadir Rangga Tianto menghabisi nyawa Bripka Rachmat Effendy adalah HS-9, pistol genggam semi otomatis kaliber 9 milimeter yang merupakan senjata standar anggota Polri. (Haqir Muhakir/Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved