Siswi Disiram Air Kimia

KPAI Minta Polisi Temukan dan Terapkan UU Perlindungan Anak ke Pelaku

KPAI menyampaikan keprihatinan atas peristiwa penyiraman air kimia terhadap 2 siswi SMPN di Jakarta Barat.

Tangkap layar YouTube KOMPASTV
Siswi korban penyiraman air kimia dirawat di rumah sakit 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM - Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan atas peristiwa penyiraman air kimia terhadap 2 siswi SMPN di Jakarta Barat.

Kedua siswi SMP itu mengaku menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di daerah Kebon Jeruk saat baru saja turun angkot ketika pulang dari sekolahnya.

Akibatnya, P mengalami luka bakar di tangan dan A menderita luka bakar di bagian bahu, tangan dan badan.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, mengatakan KPAI mendorong pihak kepolisian menindaklanjuti pelaporan kasus ini, dan segera menemukan pelaku untuk kemudian diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengunjungi SMP Maha Prajna, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/3/2019).
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengunjungi SMP Maha Prajna, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (27/3/2019). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

"Karena korban masih usia anak maka harus menggunakan UU Perlindungan Anak untuk menghukum berat pelaku," katanya.

Untuk melindungi anak-anak lain, kata Retno maka diperlukan rapat koordinasi antara pihak Dinas Pendidikan Prov DKI Jakarta, Sudin Pendidikan, Sekolah dan kepolisian untuk mencegah adanya korban lagi.

"Mengingat jam pulang sekolah cukup rawan bagi anak-anak menjadi korban berbagai jenis kejahatan, termasuk penyiraman air keras," kata dia.(bum)

TERNYATA Dua Siswi Korban Penyiraman Air Kimia Calon Ketua Osis SMPN 229 Jakarta

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved