Breaking News:

APBD DKI 2020

Anggaran Beli Pasir Sampai Rp 52 Miliar di Dokumen KUA-PPAS untuk APBD DKI 2020 Menjadi Sorotan

Anggota DPRD DKI Ima Mahdiah menemukan rencana anggaran yang janggal di dokumen KUA-PPAS untuk APBD DKI 2020 yakni pembelian pasir Rp 52 miliar

Editor: Yupratomo DP
Kompas.com/Ryana Aryadita
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah 

"Jadi pasir itu adanya di koloman aja di penyediaan BOP SMPN terus ada di BOP SMK jurusan bisnis manajemen terus ada lagi di BOP SMK teknologi pengadaan pasir ini nih. Terus ada lagi di wajib belajar 12 tahun, enggak tahu apa yang digunakan dari pasir," tutur dia.

                  Kampung kumuh

Sebelumnya, salah satu yang paling mencuat ke publik adalah soal anggaran pengadaan lem aibon. Dalam KUA-PPAS tertulis pengadaan lem aibon anggarannya mencapai Rp 82 miliar.

Isu tersebut mencuat setelah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mengunggah kejanggalan itu di sosial media.

Anggaran yang dinilai tak realistis juga yang terkait program penataan kampung kumuh. Anggarannya juga menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta.

DPRD DKI Minta Anies Baswedan Buka Dokumen Draf KUA-PPAS APBD 2020 yang Bikin Heboh

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menilai bahwa anggaran yang dikucurkan untuk penataan kampung kumuh terlalu besar.

Politisi PDI-P itu kemudian meminta revisi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta untuk membuat anggaran yang lebih masuk akal.

"Mereka harus ada revisi (anggaran), kalau tidak ya kami coret," ujar Ida saat ditemui di Ruang Rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/11).

Dana yang digelontorkan untuk penataan 76 Rukun Warga (RW) dinilai masih terlalu fantastis. Untuk kajian saja, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan anggaran Rp 500 juta sampai Rp 600 juta per RW.

Sedangkan anggaran program penataan kampung kumuh yang diberi istilah community action plan (CAP) sendiri diusulkan dengan biaya Rp 4 miliar hingga Rp 20 miliar per RW. "Dengan kajian Rp 600 juta kemudian anggaran Rp 10 miliar jadi (total) Rp 10,6 miliar (per RW)," jelas Ida.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved