Layanan Umum
Warga Binaan Lapas Ciangir Dilatih Bertani dan Beternak
"Dengan bertani paling tidak teman-teman warga binaan berkontribusi untuk pembangunan nasional secara nyata,"
Penulis: Zaki Ari Setiawan |
Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional, Lapas Klas IIB Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, memberikan program penanaman jagung kepada para warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dirjen Pas Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan, dengan adanya program ini para WBP yang berada di dalam lapas pun dapat membantu meningkatkan perekonomian.
"Dengan bertani paling tidak teman-teman warga binaan berkontribusi untuk pembangunan nasional secara nyata," ujar Sri Puguh di Lapas Klas IIB Ciangir, Kamis (7/11/2019).
• Asosiasi Pegawai Honorer Tangerang Selatan Minta Jatah 60 Persen Formasi Seleksi CPNS
Ditambahkan Sri Puguh, tanah yang menjadi lahan untuk ditanami itu berasal dari pemberian Kementerian Pertanian dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas).
Untuk Lapas Ciangir terdapat lahan seluas 15 hektar yang dijadikan lahan pertanian, dan juga dimanfaatkan untuk peternakan.
"Jadi ada nilai tambahnya, tidak hanya menghasilkan jagung, tapi kita tingkatkan lagi nilai ekonominya," tuturnya.
• KPU Tangsel Ajak Masyarakat Belajar Soal Pemilu di Blandongan Demokrasi
Selain di Lapas Ciangir, kata Sri Puguh, Lapas Kendal juga mendapatkan lahan seluas 15 hektar dan Lapas Nusakambangan seluas 40 hektar.
Lapas Ciangir merupakan area pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan yang rendah atau minimum security.
Berbeda dengan lapas yang memiliki penjagaan maksimal, tidak ada tembok besar atau pintu besi yang menutupi area Lapas Ciangir.
• Tukang Air Isi Ulang Daftar Jadi Calon Wali Kota Tangsel Lewat Gerindra, Sebelumnya ke PDIP dan PSI
Tanah berundak juga terhampar di sekitar lapas untuk dimanfaatkan para WBP yang sudah memenuhi persyaratan untuk mendekam di Lapas Ciangir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lahan-pertanian-untuk-lapas.jpg)