PSIKOLOG Politik Duga Tiga Peristiwa Ini Picu Sindiran Jokowi kepada Surya Paloh

Dewi Haroen menyebut sindiran Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, tak terlepas dari tiga kejadian sebelumnya.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sarapan bersama di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). Warta Kota/Henry Lopulalan 

PSIKOLOG politik Dewi Haroen menyebut sindiran Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, tak terlepas dari tiga kejadian sebelumnya.

"Pernyataan Jokowi ke Surya Paloh tidak terlepas dari kejadian yang sebelumnya terjadi."

"Nah, jadi ada tiga hal yang sangat kuat (menjadi pemicu)," ujar Dewi ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (7/11/2019).

Kader PDIP Polisikan Novel Baswedan, Tuding Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa, Ia Curigai Hal Ini

Dewi mengatakan, awal pemicu tersebut adalah adanya poros Gondangdia dan poros Teuku Umar.

Poros ini menjadi perhatian karena Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sebagai balasan, kata Dewi, Surya Paloh mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diduga akan diorbitkan dalam Pilpres 2024.

Analisis Sindiran Jokowi kepada Surya Paloh: Peringatan Keras!

Pemicu kedua terjadi saat pelantikan Jokowi-Maruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 di MPR, pada 20 Oktober lalu.

"Ini berlanjut di pelantikan Pak Jokowi, di mana Megawati tak menyalami Surya Paloh."

"Padahal Jokowi itu dekat dengan Megawati, seperti patron dari beliau. Di mana ada Jokowi ada Megawati pula, jadi diasosiasikan dengan Megawati," ulasnya.

Peluk Mesra Surya Paloh kepada Presiden PKS Jadi Gurauan Jokowi, PDIP: Gocekan Khas, Bukan Sindiran

Pakar gestur ini mengatakan, pertemuan Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menjadi pemicu ketiga sebelum sindiran Jokowi dilontarkan.

"Kemudian Nasdem ketemu PKS, Surya Paloh peluk-pelukan dengan Sohibul."

"Nah, itu menjadi peringatan keras dari Pak Jokowi. Tidak tersirat lagi, tapi tersurat," terangnya.

Kader PDIP Polisikan Novel Baswedan, Hasto Kristiyanto Tegaskan Bukan Instruksi Partai

Dewi Haroen menilai, sindiran Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, merupakan peringatan keras.

Dewi mengatakan budaya Jawa yang melingkupi personality (kepribadian) Jokowi sudah tak terlihat dalam gestur dan pernyataannya saat HUT ke-55 Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved