Breaking News:

Kabar Tokoh

Begini Penampilan Baru AHY Setelah Gagal Jadi Menteri Jokowi

PERAYAAN HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019), turut dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

Dok Partai Demokrat
Waketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono beramah tamah dengan Ketua Dewan Partai Pakar Golkar Agung Laksono, Ketum Nasdem Surya Paloh, dan Menkominfo Johny Gerard Plate, dalam acara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019) malam. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, ‎partainya bakal memprioritaskan AHY menjadi menteri ke Presiden Jokowi.

Merespons itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengamini memang terbuka peluang baik AHY maupun Edhy Prabowo menjadi menteri dan bisa diterima Jokowi.

 Mahasiswa Korban Unjuk Rasa Ricuh Tolak Tawaran Kerja dari Anies Baswedan, Ini Alasannya

‎"Dengan izin Allah SWT, mereka (AHY dan Edhy Prabowo) bisa diterima Bapak Presiden untuk memperkuat jajaran kementerian mendatang," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (15/10/2019).

Ali Mochtar Ngabalin bahkan mengatakan kehadiran SBY dan Prabowo ke Istana menemui Jokowi, menjadi sinyal.

Meski begitu, semua keputusan tetap ada di tangan Jokowi selaku kepala negara.

 Baru Delapan Bulan Menjabat, Bupati Indramayu Supendi Dicokok KPK

"Ya mudah-mudahan bisa sama-sama di koalisi pemerintah untuk membantu Bapak Presiden dalam pemerintahan lima tahun mendatang," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai perlu memasukkan anak mantan Presiden ke dalam susunan menteri Kabinet Kerja jilid ll, untuk menghilangkan tekanan partai politik pendukungnya.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, masukan masyarakat agar Yenny Wahid dan Ilham Habibie dijadikan menteri, pastinya berdampak positif kepada Presiden Jokowi.

"Tentu memiliki keuntungan politik, setidaknya hal ini dapat memperkuat barisan dukungan dari kalangan masyarakat sipil," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

 KISAH Relawan Jokowi Diculik dan Dianiaya karena Memotret Saat Kerusuhan: Kepala Saya Mau Dibelah!

Dengan mengakomodir masukan dari masyarakat sipil, kata Ray Rangkuti, secara tidak langsung Jokowi membuktikan tak ada tekanan partai politik pendukungnya dalam menyusun Kabinet Kerja jilid ll.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved