Berita Video

Tito Karnavian Sebut Tidak Mudah Jadi Kapolri

"Karena kepolisian Indonesia adalah Kepolisian Nasional dengan permasalahan yang sangat kompleks dari segi politik, ekonomi, dan sosial budaya,"

Tito Karnavian Sebut Tidak Mudah Jadi Kapolri
Wartakotalive/Adhy Kelana
Sertijab Jend (Purn) Tito Karnavian pada Jenderal Idham Aziz di Mako Brimob Depok, Rabu (6/11/2019) 

Dalam keterangannya dihadapan sorot kamera, Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian mengaku bahwa menjabat sebagai Kapolri merupakan tugas yang tak mudah di negara sebesar Indonesia.

"Karena kepolisian Indonesia adalah Kepolisian Nasional dengan permasalahan yang sangat kompleks dari segi politik, ekonomi, dan sosial budaya," ," kata Tito seusai sertijab Kapolri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (6/11/2019).

Selama tiga tahun tiga bulan Tito mengemban tugas sebagai Kapolri di bawah komando Presiden Joko Widodo.

Selama itu pula, Tito mengaku dirinya telah berusaha memerbaiki hal-hal yang berhubungan dengan jabatannya sebagai Kapolri dan merasa adanya indikator yang menunjukan kearah perbaikan.

"Cukup banyak tantangan yg saya alami baik internal dan external, mengelola 400 ribu lebih personel se-Indonesia adalah enggak gampang," papar Tito.
Sementara dipihak eksternal, Tito mengatakan ketidak mudahannya dalam menjaga, melindungi, dan mengayomi 200 juta lebih rakyat Indonesia terutama soal ketertiban masyarakat.
Namun demikian, Tito mengaku dirinya selalu berusaha memperbaiki kinerja Polri.

Diantaranya masalah wilayah reformasi birokrasi, pengelolaan anggaran keuangan yang selama enam tahun Polri mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta meningkatnya kepercayaan publik kepada kepolisian.

"Beberapa lembaga survei menunjukan publik trust (kepercayaan publik terhadap kepolisian) dari awal 2016 yang berada di peringkat 3 terbawah, sekarang menjadi tiga teratas," tutur Tito.

Dari kinerjanya itu, Tito menyadari masih banyaknya kelemahan-kelemahan yang harus dibenahi.

Kelemahan tersebut dikatakan Tito tak bisa dirapihkan dalam hitungan hari maupun tahun, melainkan butuh tindakan secara bertahap.

"Saya tentunya yakin diantara kelemahan baik internal maupun eksternal, dapat diperbaiki dan disempurnakan oleh Pak Idham selaku penerus tongkat estafet," kata Tito.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved