Liga Champions
Masih Trauma, Son Heung Min Tak Ikut ke Markas Crvena Zvezda
Kata Pochettino, saat ini Son masih trauma dan mentalnya terguncang, sehingga tidak akan dibawanya ke Beograd.
Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, meninggalkan gelandang andalannya, Son Heung-min, di London, ketika timnya bertandang ke markas Crvena Zvezda, Stadion Rajko Mitic, Kamis (7/11/2019) pukul 03.00 WIB.
Pemain tim nasional Korea Selatan itu tidak diikutsertakan pada laga keempat Grup B Liga Champions 2019-2020 itu karena masih trauma, setelah melakukan tekel kepada gelandang Everton, Andre Gomes, di laga Liga Inggris, Minggu (3/11/2019).
Akibat tekel itu, Gomes mengalami cedera patah pergelangan kaki kanan, sedangkan Son menangis sedih, melihat tindakannya membuat lawan bertandingnya mengalami cedera parah.
Kata Pochettino, saat ini Son masih trauma dan mentalnya terguncang, sehingga tidak akan dibawanya ke Beograd.
Pochettino khawatir kondisi mental Son akan menurunkan performa timnya saat bertandang ke markas Red Star Beograd, nama lain dari Crvena Zvezda.
Meski pengelola Tottenham memang tidak mempekerjakan psikolog untuk selalu mendampingi pemain-pemain mereka, tetapi mereka akan melakukan segala hal untuk membantu memulihkan mental Son.
"Hati Son sangat hancur. Pemain Everton ikut datang untuk menghiburnya. Tentu saja pada saat itu suasananya agak membingungkan," kata Pochettino.
• Produser Acara Produce X 101 Dibawa ke Penjara
• Surat Penangkapan Produser Acara Produce X 101 Dikeluarkan, Mnet Minta maaf
• Penggemar Desak Starship Kembalikan Wonho Hingga Galang Dana Rp 182 Juta
"Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di lapangan. Kali ini ada tindakan yang berujung nasib buruk. Kami semua merasa sedih untuk Andre (Gomes). Saya mendoakannya dan juga keluarganya untuk kesembuhannya," imbuh Pochettino.
Rekan satu tim Son, Dele Alli, mengatakan, Son benar-benar sangat terpukul atas insiden cedera patah pergelangan kaki yang dialami Gomes.
"Dia sangat hancur dan sedih. Itu bukan salahnya. Son adalah pria paling baik yang pernah Anda temui," tuturnya, seperti dilansir Mirror.
"Bahkan, dia tidak mampu mengangkat kepalanya, dia terus menangis," tambah Alli.
Pada kesempatan terpisah, kapten kesebelasan Red Star, Marko Marin, sangat mewaspadai Spurs.
Meski Spurs tidak akan memainkan striker andalannya, Harry Kane, tetapi mereka masih punya banyak pemain berbahaya.
"Kita semua tahu betapa berartinya Kane bagi Tottenham, tetapi (Lucas) Moura melakukan hal yang luar biasa pada tahun lalu, mengirim tim itu ke final Liga Champions," katanya.
"Harry Kane adalah pemain sepak bola yang fenomenal, tetapi para pemain Tottenham lainnya memiliki kualitas luar biasa. Tidak pernah menyenangkan mendengar seorang pemain terluka, tetapi saya tidak yakin seberapa buruk beritanya bagi kami. Sebuah tim seperti Tottenham memiliki pengganti yang bagus di setiap posisi," tambah Marin.
Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Rabu (6/11/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/son-heung-min1.jpg)