MRT Jakarta

Konstruksi MRT Fase II Dimulai Maret 2020

PAKET CP201 proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II-A rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota sedang dilelang.

PAKET CP201 proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II-A rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota sedang dilelang.

PT MRT Jakarta menargetkan pengerjaan fisik paket tersebut bisa dimulai pada Maret 2020 mendatang.

“Pengerjaan CP201 akan dimulai Maret 2020, dan paket konstruksi lainnya akan dimulai Juli 2020,” kata Corporate Communication PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin saat dihubungi pada Selasa (5/11/2019).

Rebecca Klopper Bantah Mendapat Tawaran Rumah Produksi karena Punya Banyak Penggemar

Kamaluddin mengatakan, total panjang fase II yang terdiri paket A dan B mencapai 11,5 kilometer. Rinciannya paket A Bundaran Hotel Indonesia-Kota 5,8 kilometer dan paket B Kota-Ancol Barat sepanjang 5,7 kilometer.

“Fase II dibagi dalam beberapa paket konstruksi dari CP200 sampai dengan CP206. Untuk paket CP200 sendiri berupa struktur gardu induk sudah selesai,” ujar Kamaluddin.

Menurut dia, untuk paket CP202-206 masih dalam proses lelang dan ditargetkan pengerjaan fisik bisa dimulai pada Juni 2020. Saat pengerjaan fisik, pekerja akan pembangunan depo, sistem persinyalan, dan kereta (rolling stock).

MRT menargetkan transportasi massal ini bisa beroperasi di akhir 2024. “Untuk nilai pembangunan dari fase II sekitar Rp 20 triliun dan sumber dananya masih dari pinjaman Jepang (Badan Kerja Sama Internasional Jepang/JICA),” jelasnya.

Ada Mini Album Silver dan DVD Dokumenter Dalam Exclusive Box Set 25 Tahun Band GIGI

Setelah fase II selesai dibangun, MRT Jakarta akan meluas jangkauannya pada fase III sepanjang 31,7 kilometer. Pembangunan fase III juga terbagi dalam dua tahap, yakni A ruas Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 killometer dan B ruas Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 kilometer.

“Target kami di tahun 2030 nanti, total lintasan MRT yang sudah terbangun mencapai 213 kilometer,” katanya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar menjelaskan, pembangunan fase II (A-B) terdiri dari 11 stasiun, yaitu tujuh stasiun bawah tanah (underground) untuk fase II A dan empat stasiun underground dan layang (elevated) pada fase II B.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved