Berita Jakarta

Sidang Kasus Tidak Naik Kelas SMA Kolese Gonzaga Ditunda, Disdik DKI: Kurang Berkas dari Kami

Hakim Ketua PN Jaksel Lenny Wati Mulasimadhi kembali menunda persidangan perkara kasus tidak naik kelas siswa SMA Kolese Gonzaga yang berinisial BB.

Sidang Kasus Tidak Naik Kelas SMA Kolese Gonzaga Ditunda, Disdik DKI: Kurang Berkas dari Kami
Warta Kota/Rizki Amana
Suasana Sidang Kasus Tidak Naik Kelas Seorang Murid SMA Kolese Gonzaga di Ruang 01, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (4/11/2019) pukul 10.30 WIB. 

Hakim Ketua Pegadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Lenny Wati Mulasimadhi, kembali menunda persidangan perkara kasus tidak naik kelas seorang siswa SMA Kolese Gonzaga yang berinisial BB dari kelas XI ke XII.

Penundaan persidangan diundur hingga sepekan kedepan dikarenakan berkas isak lengkap dari pihak tergugat Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

"Sidang ditunda hingga Minggu depan karena surat kuasa pihak turut tergugat belum lengkap. Sidang dilanjutkan 11 November," ucap Lenny saat mengetuk palu bertanda berakhirnya sidang di PN Jaksel, Senin (4/11/2019).

Adapun ketidaklengkapan berkas tergugat dibernarkan oleh Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta, Tagar Radja Gah.

Ia mengatakan, berkas yang kurang berupa dokumen dari PLT Kadisdik DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat.

 Ketika Para Lansia yang Keriput Sibuk Mencari Malaikat Izrail Si Pencabut Nyawa

 2 Juta Penonton Saksikan Film Terbaru Gong Yoo dalam 11 Hari di Bioskop Korea Selatan

 Anggaran TROTOAR di Jakarta Capai Rp 1,1 Triliun, Ini Penjelasan Kepala Dinas Bina Marga DKI

 Film Perempuan Tanah Jahanam Jadi Box Office, Christine Hakim Bersyukur Dilibatkan Joko Anwar

"Ada yang kurang berkas dari saya dari tim tergugat surat PLT Kepala Disdik yang memang tidak saya bawa," ucap Tagar seusai menghadiri sidang di PN Jaksel, Senin (4/11/2019).

Tagar menjelaskan, dalam perkara ini pihakjya hanya berposisi sebagai pihak mediator antar kedua belah pihakbyabg bertikai.

Ia mengharapkan, perkara ini dapat diambil melalui jalur mediasi bukan jalur hukum dikarenakan urusan dunia pendidikan.

"Karena ini kan dunia pendidikan, jadi jangan sampai selalu dengan pengadilan. Kan ada forum musyawarah yang bisa kita lewati dan siasati," harapnya.

 Radikalisme Salah Kaprah di Negara Bhinneka Tunggal Ika, Gantinya Manipulator Agama?

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali gelar sidang gugatan perdata terkait kasus tidak menaikan kelas siswa SMA Kolese Gonzaga berinisial BB dari kelas XI ke XII.

Adapun dalam gugatan tersebut Yustina Supatmi selaku orangtua murid berinisial BB, meminta Majelis Hakim menghukum para tergugat dengan membayar ganti rugi materil Rp 51,683 juta dan imateril Rp 500 juta. (m23)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved