Kesehatan
Sebanyak 2.137 Balita di Bekasi Terserang ISPA Hingga September 2019 Ini
”Penyakit itu bisa dicegah dengan pola makan dan hidup yang baik dan bersih. Terutama minum yang banyak, gunakan masker."
Penulis: Muhammad Azzam |
Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 2.137 balita di Kabupaten Bekasi terserang
infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).
Anaka-anak itu terserang ISPA sejak Januari hingga September 2019 ini.
Kepala Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana meminta masyarakat waspada terhadap gejala penyakit tersebut.
Apalagi, cuaca di Bekasi belakangan ini terbilang sangat ekstrim.
"Penyakit itu menyerang saat musim kemarau panjang. Sejak Januari hingga September ada 2.137 pasien penderita ISPa yang didominasi oleh balita,” kata Irfan Maulana, Senin (4/11/2019).
• Avriellia Shaqqila Diciduk Polisi Akibat Kasus Prostitusi dan Durhaka Terhadap Orang Tua
• Santap Makanan Tradisional Vietnam Yuk! Ini Manfaat Pho Untuk Kesehatan Tubuh Anda
Dia menjelaskan, data sejak awal tahun hingga saat ini banyak penderita ISPA nonpneumonia (batuk pilek) terhadap bayi sebanyak 501 orang.
Selain itu, balita sebanyak 1.202 orang dan anak di atas lima tahun sebanyak 434 orang.
”Kondisinya sangat memprihatinkan, dan meningkat daripada tahun sebelumnya, yang hanya sekitar 1.000," ujarnya.
Irfan menuturkan, pasien ISPA itu hampir tersebar merata di semua Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) Kabupaten Bekasi.
Penyebaran pasien ISPA tertinggi di wilayah Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kelurahan Jatimulya, Mekarmukti dan Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan.
• Christine Hakim Yakin Film Indonesia Berpeluang Tembus Box Office 10 Juta Penonton
• 5 Cara Mengetahui Alpukat Sudah Busuk dan Anda Dilarang Memakannya Demi Kesehatan Tubuh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, menghimbau, masyarakat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi buah dan sayur.
Selain itu, Sri Enny Mainiarti menganjurkan masyarakat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
”Penyakit itu bisa dicegah dengan pola makan dan hidup yang baik dan bersih. Terutama minum yang banyak, gunakan masker, payung kalau terik matahari," ucapnya.
Dia menilai, penyebab masyarakat terserang ISPA karena perbedaan suhu ekstrim antara siang dan malam.
Ditambah lagi, kata dia, kemarau kering menimbulkan banyak debu yang memicu ISPA.
"Makan sayur, buah dan komsumsi air putih yang banyak. Itu cara meminimalisir ISPA, atau bahkan diare maupun flu," ujar Sri Enny Mainiarti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anak-ispa1411.jpg)